Tempat Wisata di Tulungagung yang Sangat Menarik

Diposting pada

Tempat Wisata di Tulungagung – Nama Tulungagung diyakini memiliki arti “pertolongan yang agung” yang berasal dari sebuah legenda tentang Joko Baru di masa lalu. Tulungagung sering kali dianggap sebatas kota perlintasan yang menghubungkan daerah-daerah di Jawa Timur ketika menuju Trenggalek. Padahal Tulungagung memiliki banyak potensi, salah satu yang paling menonjol adalah di industri marmer.

Saat ini, sebagaimana daerah-daerah lain di Indonesia, Tulungagung tengah berupaya untuk memaksimalkan sektor pariwisata agar dapat menaikkan penghasilan daerah. Sayangnya, popularitas Tulungagung masih berada di bawah rata-rata sehingga informasi yang bisa didapatkan pun masih minim. Bagi yang ingin berkunjung ke Tulungagung, berikut adalah rekomendasi tempat-tempat wisata terbaik di kabupaten tersebut.

Tempat Wisata di Tulungagung

Pantai Popoh


Wisata air dari Kabupaten Tulungagung yang satu ini sangat populer, terutama di daerah-daerah sekaresidenan, sebab merupakan pantai yang paling dekat terutama dari Kediri. Pantai ini aman sebagai tempat untuk bermain air sebab ombaknya relatif tenang. Dengan membayar tiket masuk Rp. 5.000,- wisatawan sudah dapat melakukan beragam aktivitas di sini.

Tebing Banyu Mulok


Menikmati deburan ombak dan birunya air laut dari tebing merupakan konsep agak ekstrem yang dimiliki oleh tempat wisata di Kecamatan Besuki ini. Mempertimbangkan posisinya dan kekhawatiran akan disalahgunakan, terdapat regu patroli bergilir di sekitar tebing. Bila ingin mencoba menikmati pemandangan alam yang indah dengan agak berbeda dapat membayar Rp. 3.000,-.

Pantai Kedung Tumpang


Bila merasa takut bermain air di laut lepas, maka dapat menjadikan Pantai Kedung Tumpang sebagai opsi alternatif. Tempat wisata ini mematok tarif Rp. 5.000,- per pengunjung yang dijamin akan merasakan sensasi seolah berada di kolam renang alami melalui laguna-laguna berair jernih dengan kedalaman relatif standar dan seolah terpisah dengan laut.

Air Terjun Kandung


Di Desa Tanen terdapat air terjun dengan tiga variasi ketinggian air yang diberi nama Air Terjun Kandung karena hal tersebut membuat tampak seperti seseorang yang tengah hamil atau mengandung. Wisata ini gratis, tetapi jarang dikunjungi karena letaknya agak jauh dari pusat kota. Padahal, air terjun dan sekitarnya menjanjikan keindahan panorama.

Candi Boyolangu


Tulungagung terbilang memiliki lebih banyak situs sejarah dan budaya dibandingkan daerah-daerah sekaresidenan lain. Contohnya reruntuhan candi sebagaimana Candi Boyolangu yang berada di Dusun Dadapan. Tidak diketahui asal usulnya, tetapi candi tersebut berupa bangunan induk yang hanya tersisa bagian undakan tangga. Wisata Candi Boyolangu ini menerapkan tiket Rp. 2.000,- per orang.

Candi Dadi


Lokasinya berada di perbukitan sehingga agak sulit dicapai kecuali bila ingin mendaki. Artefak berupa candi tersebut masuk dalam kawasan hutan lindung milik pemerintah sehingga cukup terjamin keamanan serta perawatannya. Tetapi minat wisatawan berkunjung rendah karena akses yang agak sulit, terutama bagi perempuan dan jadwal bukanya untuk umum juga carut marut.

Candi Sanggrahan


Dibandingkan dengan dua situs sebelumnya, kondisi Sandi Sanggrahan jauh lebih baik karena bangunannya masih solid berupa satu bangunan induk dengan dua buah anak gedung. Warnanya pun tidak memudar, tertutupi lumut, apalagi kehitaman. Warna Candi Sanggrahan lebih cenderung pink, terlebih ketika tertimpa sinar matahari yang membuat bias cahayanya menjadi lebih cantik.

Bendungan Wonorejo


Waduk yang satu ini turut menjadi kebanggaan warga Tulungagung karena ditasbihkan sebagai bendungan terbesar di Asia Tenggara. Selain dimanfaatkan untuk keperluan irigasi masyarakat Tulungagung, bendungan ini juga difungsikan sebagai tempat wisata gratis untuk masyarakat umum. Meski tidak dapat menemukan banyak spot foto yang instagrammable, bendungan ini tetap ramai pengunjung.

Agrowisata Belimbing Desa Cluwok


Mayoritas daerah di Indonesia dapat menghasilkan komoditi Belimbing, begitu pula dengan Tulungagung. Namun, kabupaten tersebut memiliki varietas Belimbing Bangkok Merah yang konon lebih lezat dan manis dibandingkan Belimbing Dewa yang banyak dihasilkan oleh daerah-daerah di Jawa Tengah. Dengan membayar Rp. 40.000,- per orang, wisatawan dapat mengikuti tur agrowisata Belimbing ini.

Bukit Cemenung

Berada di dataran tinggi Kecamatan Rejotangan, terdapat sebuah bekas areal pemukiman yang telah ada sejak zaman Belanda. Bangunan-bangunan minimalis yang unik berciri khas Eropa di sana kini terbengkalai dan ditumbuhi rumput liar serta lumut yang tidak disangka justru menjadi objek foto menarik. Hingga kemudian dinamai Bukit Cemenung.

Wisatawan bebas datang kapan saja ke Bukit Cemenung secara cuma-cuma. Tetapi tidak disarankan pada malam hari karena selain disebut sebagai areal angker, banyak oknum yang masih meyakini tempat tersebut menyimpan banyak harta peninggalan era kolonial yang masih tersembunyi sehingga kadang sampai kini mereka masih datang pada malam hari untuk mencari.

Bukit Jomblo


Penamaan dari tempat ini sangat menarik dan sedikit menggelikan. Menurut informasi, Bukit Jomblo ditemukan oleh seorang pria yang lajang, sebab itulah kemudian disebut demikian. Meski belum berumur lama, tetapi popularitas Bukit Jomblo meroket berkat unggahan demi unggahan wisatawan di akun sosial media mereka. Hingga kini belum ditetapkan retribusi apa pun.

Bukit Dondong Asri


Pemerintah Tulungagung selama beberapa tahun terakhir memang semakin menggalakkan gerakan reboisasi atau penghijauan kembali. Bukit Dondong merupakan salah satu lokasi yang dipilih. Sehingga, tidak heran bila sekitarnya dipenuhi pepohonan dan tanaman hijau yang rindang dan menyegarkan, lalu kemudian berfungsi menjadi taman terbuka publik yang ramai dikunjungi terutama para remaja.

Taman Hutan Kota


Selain Bukit Dondong Asri, Kabupaten Tulungagung juga memiliki Taman Hutan Kota sebagai areal hijau terbuka publik. Baru diresmikan beberapa tahun lalu, hutan buatan ini berlokasi di jantung kota sehingga mudah diakses, terlebih lagi gratis. View serta fasilitas yang ditawarkan pun cukup lengkap. Lebih keren lagi, tersedia pula spot-spot foto instagrammable.

Kampung Susu Dinasty


Berlokasi di Desa Sidem, Kampung Susu Dinasti memiliki konsep eduwisata di mana berupa peternakan sapi. Wisatawan yang datang akan diedukasi serta berpartisipasi langsung dalam pemeliharaan sapi perah yang kemudian menghasilkan susu, di mana akan langsung diproses agar dapat dikonsumsi. Paket eduwisata di sini dibanderol mulai Rp. 75.000,- per orang.

Goa Tenggar


Bila cukup bernyali dan menyukai tantangan, maka tidak ada salahnya mengeksplorasi Goa Tenggar yang memiliki susunan stalagtit dan stalagmit yang cantik. Sayangnya, Goa Tenggar belum dikelola dengan benar sehingga tidak terdapat fasilitas apa pun seperti anak tangga dan lampu yang memudahkan pengunjung. Wisatawan harus membawa perlengkapan terutama senter saat kemari.

Taman Aloon Aloon Tulungagung


Tempat ini merupakan objek wisata murah meriah karena pengunjung tidak akan ditarik retribusi apa pun, sebab Taman Aloon Aloon yang berada di pusat kota ini milik dan di bawah pengelolaan pemerintah daerah. Tempat ini sangat populer dan hampir tidak pernah sepi pengunjung.

Fasilitas yang terdapat di sini cukup lengkap, mulai dari jogging track, arena bermain anak, hingga para penjaja kaki lima yang menawarkan aneka ragam kuliner dengan harga terjangkau. Sejatinya taman ini terbuka selama 24 jam, tetapi ketika malam pengawasan akan diperketat untuk menghindari insiden.