Tempat Wisata di Sumedang, Kota Pendidikan Kaya Wisata

Diposting pada

Tempat Wisata di Sumedang – Beberapa universitas ternama berlokasi di wilayah Sumedang bagian barat daya yang merupakan daerah pengembangan dari Bandung, yakni IPDN, ITB, Universitas Padjajaran, dan masih banyak lagi. Tidak mengherankan jika kemudian Sumedang dijuluki sebagai kota pendidikan. Tetapi tidak sampai di situ, Sumedang juga memiliki banyak destinasi wisata menarik yang sayang jika dilewatkan.

Pariwisata di Sumedang dipengaruhi oleh struktur geografisnya yang didominasi dataran tinggi dan sebagian kecil sisanya berupa dataran rendah. Selain itu, wisata budaya dan sejarah juga banyak ditemukan di kabupaten yang dahulu terpecah-pecah selama penjajahan kolonial ini. Bagi yang mencari destinasi wisata modern pun tidak perlu khawatir karena Sumedang juga memilikinya.

Tempat Wisata di Sumedang

Kampung Toga Sumedang


Daerah wisata ini memadukan konsep alam dan modern dengan apik dalam bentuk resort. Wisatawan dapat memiliki aneka tipe penginapan berupa vila dengan panorama cantik nan asri di sekelilingnya. Toga merupakan singkatan dari Tanaman Obat Keluarga karena di sana terdapat perkebunan tanaman herbal yang dapat dipelajari langsung oleh wisatawan.

Selain mempelajari tanaman obat, terdapat area outbond dengan beragam wahana yang memacu adrenalin, seperti paralayang dan flying fox. Untuk anak-anak dapat mencoba paint ball yang relatif lebih aman. Berlokasi di Desa Sukajaya, wisatawan akan dikenakan tarif mulai Rp. 50.000,- untuk menjajal wahana dan biaya menginap mulai Rp. 300.000,- per malam.

Air Terjun Ciputrawangi


Air terjun yang berada di kaki gunung ini berada di Desa Narimbang dan lokasinya cukup dekat dengan perkampungan penduduk sehingga meskipun dapat dikunjungi gratis, tetapi fasilitas seperti toilet umum sudah tersedia. Ketika mengunjungi curug ini, wisatawan dapat pula bertemu satwa-satwa langka yang tinggal di hutan seperti landak dan macan kumbang.

Gunung Tampomas


Di kawasan dataran tinggi ini terdapat puncak yang disebut Sangiang Taraje, di mana wisatawan dapat menyaksikan keindahan Sumedang dari ketinggian—terutama saat malam hari ketika lampu-lampu kota menyala. Selain Sangiang Taraje, terdapat pula Petilasan Prabu Siliwangi dari Kerajaan Padjajaran lama yang menjadi daya tarik lain Gunung Tampomas.

Gunung Lingga


Lereng Gunung Lingga pernah mencatatkan prestasi membanggakan sebagai lokasi terselenggaranya Pra-Piala Dunia Paralayang pada tahun 2013 lalu. Titik yang dijuluki Batu Dua tersebut terpilih berkat keberadaan beberapa titik geotermal alami yang memungkinkan paralayang terbang di ketinggian lebih lama. Selain itu, volume embusan angin di Batu Dua sangat pas dalam bermanuver.

Selain Batu Dua, di Gunung Lingga juga terdapat makam Raja pertama dari Kerajaan Sumedang, yakni Prabu Tajimalela yang dikeramatkan. Hingga saat ini banyak yang berziarah ke sana. Untuk menyempurnakan pariwisata Gunung Lingga, terdapat camping ground dan arena outbond yang memadai. Untuk tarif paralayang atau wahana lain bervariasi mulai Rp. 50.000,-.

Situ Biru Cilembang


Tidak ketinggalan dengan daerah lain, Sumedang juga memiliki spot wisata bawah air yang instagramable, yakni Situ Biru Cilembang di Desa Hariang. Selain hari Selasa dan Jumat, wisatawan bebas mengunjungi tempat ini. Di sini, wisatawan dilarang berenang, tetapi berkat permukaan air yang bening, panorama dalam air tampak jelas dari permukaan.

Desa Wisata Pangjujugan


Desa ini merupakan penghasil utama Ubi Cilembu yang terkenal hingga pelosok nusantara akan kelegitannya ketika dibakar. Tetapi tidak hanya menikmati panganan tradisional tersebut, pengunjung juga disuguhi panorama alami pedesaan yang asri dengan udara amat sejuk. Penginapan di sini berupa homestay dengan tarif mulai Rp. 150.000,- per malam.

Museum Prabu Geusan Ulun


Bagi yang tertarik mempelajari sejarah Kabupaten Sumedang, maka museum ini merupakan pilihan yang tepat. Terdapat barang-barang peninggalan masa kerajaan berikut penjelasannya, hingga mahkota para Raja. Bangunan berarsitektur Belanda ini sebelumnya merupakan tempat tinggal Bupati, namun kini dikhususkan sebagai museum. Tarif tiket masuknya pun terjangkau, hanya Rp. 5.000,- saja per pengunjung.

Kampung Karuhun


Tempat ini sejatinya merupakan restoran bergaya Sunda yang sangat luas sehingga kemudian dikembangkan dengan konsep eco park, di mana terdapat areal outbond dengan beragam wahana seperti ATV dan kegiatan penanaman bibit tumbuhan untuk membantu sosialisasi penghijauan lingkungan yang digalakkan pemerintah. Tiket masuknya dibanderol sebesar Rp. 10.000,- per orang.

Pemandian Air Panas Sekarwangi


Berlokasi di Conggeang, pengunjung dikenakan tarif tiket masuk sebesar Rp. 10.000,- per orang bagi yang ingin berendam dengan air panas alami yang dihasilkan oleh belerang ini. Selain pemandian air panas, terdapat pula tempat ibadah, serta area bermain anak sebagai fasilitas penunjang. Untuk penginapannya dibanderol mulai Rp. 150.000,- per malam.

Kebun Teh Margawindu


Jawa Barat memang dikenal sebagai penghasil komoditas teh terbesar di Indonesia. Salah satunya dari Kebun Teh Margawindu yang berada di Desa Citengah, Sumedang. Di sini, pengunjung dapat mempelajari tentang pengolahan teh secara gratis. Selain itu, karena lokasinya cukup terpencil, kebun teh ini sangat tenang dan udaranya juga bersih.

Alun-Alun Sumedang


Taman terbuka publik ini dapat didatangi gratis oleh warga lokal maupun wisatawan. Terdapat area bermain anak dan banyak penjaja kuliner di sini. Salah satu kuliner yang wajib dicicipi di Alun-Alun Sumedang adalah Soto Bongko yang menyerupai kari yang disajikan bersama taoge, tahu goreng, serta sambal dengan harga murah meriah.

Gunung Kunci


Hanya 250 meter dari alun-alun, terdapat Gunung Kunci yang bukan merupakan dataran tinggi, tetapi sebuah benteng lawas peninggalan zaman Belanda. Sebelum dibangun benteng, Gunung Kunci merupakan bukit kecil yang strategis sebagai areal administratif, karena itulah kemudian Belanda membangun benteng di tempat tersebut. Wisatawan dapat menjelajah benteng ini secara gratis.

Mata Air Sirah Cipelang


Destinasi wisata yang satu ini baru beberapa waktu terakhir populer melalui sosial media dan kini mulai ramai pengunjung meski sebenarnya keberadaannya sudah ada sejak lama. Wisatawan dapat berenang sepuasnya di sini tanpa dipungut retribusi apa pun. Tetapi karena masih kurangnya kepedulian pihak berwenang, fasilitas penunjang pun belum tersedia.

Taman Buru Masigit Kareumbi


Pengucapannya yang sulit membuat warga lokal lebih senang menyebutnya TBMK. Semula, areal ini merupakan kawasan berburu, tetapi karena berpengaruh negatif terhadap habitat dan populasi satwa yang dapat merusak ekosistem, maka pemerintah setempat kemudian mengonversinya menjadi taman konservasi sekaligus destinasi wisata untuk mencegah oknum nakal kembali berburu di sana.

Saat ini, TBMK sudah dilengkapi dengan fasilitas yang memadai untuk wisatawan lokal maupun asing seperti penginapan, toilet umum, areal perkemahan, hingga sarana outbond. Untuk tiket masuk tanpa menginap atau kemping, wisatawan dikenakan tarif Rp. 7.500,- saja per orang.

Eksplor Pariwisata Sumedang

Destinasi-destinasi di atas belum mencakup seluruh pariwisata di Sumedang yang masih memiliki banyak spot-spot unik dan menarik. Dari segi pengelolaan sendiri, beberapa tempat telah tereskplorasi secara baik dan maksimal. Tetapi di sebagian tempat juga masih memerlukan pembenahan, terutama ketersediaan sarana pra sarana penunjang bagi para wisatawan yang datang.