Tempat Wisata di Pidie Jaya yang Asik dan Wajib Dijelajahi

Diposting pada

Tempat Wisata di Pidie Jaya – Pidie Jaya, kabupaten yang berdekatan dengan Kabupaten Pidie ini juga merupakan salah satu wilayah yang dulunya terkena dampak tsunami parah. Oleh sebab itu, sampai sekarang kota ini masih terus mengalami pembenahan dan pembangunan. Terutama pada sektor pariwisata yang terus ditingkatkan. Ibukota Pidie Jaya, yaitu Meureudu, adalah negeri yang sudah ada sejak zaman dahulu kala. Hingga ini menjadi ibu kota Pidie Jaya.

Sama seperti beberapa wilayah Aceh yang subur, Pidie Jaya juga demikian. Inilah mengapa seharusnya sektor pariwisatanya pun memiliki banyak potensi yang harus terus digali. Bagi kamu yang ingin jalan-jalan ke Aceh, Pidie Jaya khususnya, coba sambangi beberapa tempat wisata berikut ini.

Tempat Wisata di Pidie Jaya

Pantai Manohara


Ketika berbicara mengenai wisata di Pidie Jaya, maka Pantai Manohara adalah salah satu yang wajib ada di dalam daftar perjalanan. Meskipun sempat ditutup akibat gempa, dan pernah menjadi tempat beternak unggas, kini Pantai Manohara mulai ramai kembali dan keindahannya masih layak untuk dinikmati. Pantai ini terletak di Desa Meunasah Balek Meureredu, Pidie Jaya. Hanya sekitar 2km dari Kota Meureudu.

Sebelumnya, Pantai Manohara sebenarnya bernama Pantai Meurah Setia, tetapi kemudian lebih tenar dengan nama Manohara. Bagi kamu yang berkunjung ke sini, tidak perlu khawatir dengan pedagang makanan, karena banyak cafe-cafe yang buka. Tidak ketinggalan fasilitas lain juga cukup memadai. Pantai ini juga terhitung adem karena cukup banyak pepohonan cemara yang berjejer menjulang.

Pantai Kuthang


Pantai Kuthang juga menjadi satu dari sekian destinasi wisata paling populer di Pidie Jaya. Menariknya lagi, pantai ini sangat menjunjung tinggi nilai-nilai islami. Tidak heran jika sering diadakan razia untuk menggebek orang-orang yang dianggap melanggar nilai-nilai islami. Namun yang pasti, pantai yang berada di Trienggadeng, Pidie Jaya ini sangat cocok untuk berwisata bersama keluarga besar.

Pasirnya yang indah eksotis dan deburan ombak yang tidak terlalu kuat, sangat cocok untuk berenang atau bermain pasir. Di sekeliling pantai pun banyak warung-warung dengan atap daun rumbia, cocok untuk kamu yang suka berkuliner. Pengunjung juga bisa menyewa alat pancing seharga Rp. 40.000 untuk memancing. Membuat keren lagi, kamu bisa melihat sebuah kapal-kapalan berwarna biru yang menandai bahwa kamu ada di Pantai Kuthang ini. Jika kamu datang di hari-hari tertentu, kamu bisa melihat Pantai Kuthang dijadikan lokasi untuk Pekan Kebudayaan Pidie Jaya.

Krueng Lhok Gop


Di Aceh memang masih banyak sungai-sungai yang masih alami dengan bebatuan dan pemandangan hijau di sekitarnya. Salah satunya adalah Krueng Lhok Gop, yakni sebuah wisata alam di Gampong Kumba, Kecamatan Bandar Dua, Pidie Jaya. Lokasi wisata Krueng Lhok Gop sering menjadi tempat piknik keluarga karena suasanya yang sejuk dan nyaman. Selain itu, kamu juga bisa mandi sungai, karena air yang mengalir pun ternyata cukup dingin. Di waktu musim panen, kamu juga akan mendapati warga yang sedang menadakan Khanduri Blang, yaitu semacam upacara syukuran musim panen. Namun, untuk fasilitas umum dan penjajah makanan, pengelola Krueng Lhok Gop masih harus berusaha keras untuk menyempurnakannya.

Pantai Pasi Aron


Satu lagi pantai di Pidie Jaya yang tidak boleh terlewat keelokannya, yaitu Pantai Pasi Aron. Sama seperti beberapa pantai di Aceh, Pasi Aron juga dulunya sempat tersapu tsunami. Namun kini, pantai ini sudah menunjukkan wajah eksotis dengan pasir hitam dan suasana syahdu menjelang matahari tenggelam. Benar, Pantai Pasi Aron yang terletak di Kecamatan Jangka Buya, Pidie Jaya ini sangat terkenal dengan keindahan wajahnya ketika matahari mulai tenggelam. Tidak heran jika semakin sore, semakin banyak pengunjung yang datang.

Pantai ini sangat cocok untuk liburan bersama orang-orang terkasih, seperti keluarga dan teman-teman. Jangan lupa membawa bekal dari rumah untuk menikmati makan santai seraya melihat pemandangan yang mengagumkan.

Air Terjun Ulim


Selain pantai, Pidie Jaya juga memiliki beberapa air terjun cantik yang sangat memanjakan mata. Contohnya saja Air Terjun Ulim di kaki Gunung Sala, Pidie Jaya. Lokasi air terjun ini masih sangat terpencil, dan memang harus diakses dengan mendaki. Tidak heran jika para pendaki Gunung Sala suka mampir ke sini untuk melihat keindahannya. Disebabkan karena lokasi di pegunungan, maka udaranya pun sangat dingin, sehingga jika kamu memutuskan berkemah di sini, jangan lupa membawa jaket tebal untuk menghangatkan tubuh di malam hari.

Fasilitas di tempat ini juga sangat minim, tidak ada toilet, penjual makanan, maupun mushola. Sehingga ada baiknya kamu membawa bekal sendiri untuk mengganjal perut. Jangan lupa pula, jika ingin ke air terjun ini sebaiknya mengajak guide atau setidaknya teman yang mengerti medannya, supaya kamu tidak tersesat.

Air Terjun Gunung Palang


Air Terjun Gunung Palang juga merupakan satu dari sekian wisata yang berada di gunung, tepatnya di Gunung Palang, Desa Abah Lueng, Bandar Baru, Pidie Jaya. Inilah mengapa untuk datang ke lokasi, diperlukan stamina dan kemampuan untuk mendaki. Sebab, dari kaki gunung, kamu akan berjalan sekitar 3 jam hingga sampai ke air terjun.

Namun tenang, rasa lelah dan penat akan tergantikan dengan keindahan tiada dua dari Air Terjun Gunung Palang. Kamu bisa sekalian piknik dan mendirikan tenda di sini, menyeduh kopi atau teh di malam hari akan menambah nuansa tenang dan tentram. Sebagai wisata yang bersatu dengan gunung, maka belum ditemukan sama sekali fasilitas umum di tempat ini. Sehingga kamu perlu menyiapkan segala sesuatunya dengan lengkap.

Kuburan Malem Dagang


Banyak sekali pahlawan Aceh yang sepatutnya kita kenang jasa-jasanya, salah satunya adalah Malem Dagang. Beliau merupakan panglima besar yang diangkat Sultan Iskandar Muda untuk melakukan penyerangan ke Semenanjung Malaka. Jejak beliau diabadikan dalam makamnya yang ada di Kecamatan Ulim, Pidie Jaya, Aceh. Banyak yang kurang tahu tentang kuburan ini, oleh sebab itu tidak ada salahnya berziarah ke makam Malem Dagang sekalian untuk belajar sejarah.

Masjid Kuta Batee Meureudu


Apabila ingin berwisata religi ke Pidie Jaya, kamu juga bisa menghampiri Masjid Kuta Batee Meuredu yang ada di Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya. Masjid ini bernilai sejarah tinggi, karena memang dibangun langsung oleh Sultan Iskandar Muda pada tahun 1620 M. Artinya, sudah ratusan tahun masjid ini berdiri, dengan nama awal Masjid Raya Kuta Batee. Kemudian setelah dilakukan pemugaran pada tahun 1963, beberapa tahun setelahnya, yakni di tahun 1980, masjid ini pun diberi nama Masjid Iskandar Muda Kuta Batee. Seperti masjid pada umunya, kamu dapat beribadah di sini seraya melihat peninggalan sejarah.

Benteng Kuta Batee


Usai beribadah di Masjid Kuta Batee, ada baiknya melanjutkan wisata sejarah ke Benteng Kuta Batee. Lokasinya ada di Gampong Meunasah Manyang, Meureudu, Pidie Jaya. Benteng ini dibangun di tahun 1620, oleh Sulthan Iskandar Muda, Raja Aceh. Meskipun sekarang tampak seperti tidak terawat, dulunya ini adalah benteng pertahanan yang dibuat dari batu dan putih telur yang dicampur tepung ketan, mengingat belum ada semen yang bisa dipergunakan. Pemandangan sekitar juga cukup bagus, bisa untuk kamu berswafoto sekaligus mengenang sejarah kejayaan Sulthan Iskandar Muda yang agung.