Tempat Wisata di Kota Lhokseumawe yang Paling Menakjubkan

Diposting pada

Tempat Wisata di Kota Lhokseumawe – Kota Lhokseumawe yang kini berdiri sendiri menjadi kota madya akibat pemekaran dari Aceh Utara, adalah salah satu kota dengan kesibukan dan kepadatan penduduk cukup besar. Geliat ekonomi, politik, sosial, dan budaya di kota ini mengalami perkembangan yang pesat. Termasuk juga dari segi pariwisatanya. Sebagai kota terbesar ke dua usai Banda Aceh, tentu banyak sekali destinasi wisata di Lhokseumawe yang patut untuk disambangi.

Destinasi wisata tersebut pun beragam bentuknya, mulai dari tempat-tempat bersejarah, lokasi ibadah, wisata alam, dan lain sebagainya. Untuk itulah, beberapa tempat wisata berikut ini patut dicacat dalam daftar perjalanan Anda ketika di Lhokseumawe. Wisata mana sajakah itu? Ini dia daftarnya;

Tempat Wisata di Kota Lhokseumawe

Islamic Center Lhokseumawe

Tidak kalah dari kota di Aceh lainnya, Lhokseumawe juga memiliki masjid besar bernama Islamic Center Lhokseumawe. Masjid ini biasanya menjadi tujuan para muslim yang melakukan perjalanan ke Lhokseumawe, biasanya selain untuk beribadah juga untuk melihat kemegahannya dan mengabadikannya lewat jepretan kamera. Masjid ini sendiri dibangun sejak tahun 1267 oleh Meurah Silu, di mana saat itu merupakan masa kejayaan Kerajaan Samudera Pasai.

Tidak heran jika Islamic Center Lhokseumawe seolah menjadi bukti sejarah bahwa Islam sejak dulu telah berjaya di Aceh. Semakin ke sini, fasilitas masjid pun selalu ditingkatkan, sehingga selain bangunan utama yang difungsikan untuk ibadah, ada juga perpustakaan yang bisa menampung 250 orang, wisma tamu, madrasah diniyah, dan juga memiliki gerai kios makanan sendiri. Itu berarti, Islamic Center Lhokseumawe selain memiliki fungsi untuk memakmurkan masjid, juga sebagai pusat pendidikan, sosial budaya, pengembangan bisnis islami dan lain sebagainya. Letaknya yang berada di pusat kota, membuatnya menjadi ikon kota Lhokseumawe itu sendiri.

Bukit Goa Jepang

Aceh memang memiliki berjuta kisah sejarah, mulai dari yang memilukan sampai menggemparkan. Salah satu buktinya masih berdiri kokoh di Desa Blang Panyang, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe, berbentuk sebuah goa yang dulunya dipakai sebagai benteng pertahanan Jepang. Kini tempat tersebut menjadi lokasi wisata yang diberi nama Bukit Goa Jepang. Biasanya, selain untuk melihat benteng-benteng pertahanan sisa perang Pasifik tersebut, pengunjung juga menyukai keindahan alam di atas bukit dengan ketinggian kurang lebih 120meter. Dari atas bukit, laut Selat Malaka terlihat sangat memukau, ditambah dengan ilalang yang menari-nari tertiup angin, juga panorama sunset yang sulit diabaikan.

Pantai Ujong Blang

Mendengar Pantai Ujong Blang, sudah pasti yang terbesit dalam pikiran adalah sebuah pantai paling populer di Lhokseumawe. Pantai ini memiliki standar pantai pada umumnya, di mana pasirnya putih kecoklatan, ombaknya tidak terlalu tinggi, dan dekat dengan pusat kota. Lokasinya ada di Ujong Blang, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe. Cukup 3km perjalanan dari pusat kota, dan bisa ditempuh dengan berbagai kendaraan. Fasilitasnya pun cukup memadai, terutama para penjajah makanan laut, warung mereka berjejer rapi sehingga pengunjung tinggal pilih mana yang disukai. Makna dari nama Ujong Blang sendiri terdiri dari dua kata yaitu, ujong yang artinya ujung, serta blang yang bermakna sawah. Hal ini karena lokasinya memang dekat dengan area persawahan.

Waduk Jeulikat Aceh

Sebuah waduk buatan di Desa Jeulikat, Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe, menjadi primadona masyarakat karena tempatnya yang indah dan nyaman. Namanya Waduk Jeulikat, sama dengan desa tempat dibangunnya waduk ini. Meskipun hanya sebuah waduk, tetapi penataan sekitarnya sangat baik. Rumputnya yang hijau dipangkas secara rata, pondok-pondok untuk berteduh dibuat sedemikian nyaman dan menarik, ada pula tangga yang didesain cantik dan mengarah langsung ke waduk. Biasanya tangga tersebut dijadikan spot foto wisatawan. Di tengah waduk pun ada air mancurnya, dan berbagai wahana seperti perahu dan flying fox juga disediakan untuk pengunjung. Untuk masuk ke waduk ini, pengunjung tidak dibebankan biaya, hanya membayar karcis parkir kendaraan antara 5-10 ribu rupiah. Fasilitas umum seperti mushola, toilet, dan warung jajanan pun tersedia. Paling penting, waduk indah ini hanya 5km dari pusat kota Lhokseumawe.

Pulau Seumadu

Berada sekitar 10km dari kota Lhokseumawe, Pulau Seumadu adalah destinasi wisata yang sangat direkomendasikan untuk liburan bersama keluarga maupun kawan dekat. Pulau ini memiliki berbagai keindahan alam, seperti pasir kecoklatan yang halus, suasana pantai yang hangat, deretan pepohonan yang sejuk, dan pemandangan sekitar yang memukau mata. Untuk menuju pulau ini, pengunjung akan menyeberangi dermaga dengan ketinggian 500m sepanjang 300meter. Biasanya banyak yang berswafoto di tempat ini. Pulau yang berada di Desa Blang Naleung Mameh, Kecamatan Muara Satu ini memiliki fasilitas umum yang memadai, pondok dan warung makan berderet, toilet, tempat ibadah dan bahkan lokasi karaoke juga ada.

Taman Riyadhah

Rasanya kurang lengkap jika berkunjung ke suatu kota tanpa menyambangi taman kotanya. Di Lhokseumawe, taman kotanya bernama Taman Riyadhah. Tempatnya ada di Jalan Merdeka, Kota Lhokseumawe, tepat setelah tugu Selamat Datang di Lhokseumawe. Tempat yang strategis ini menyebabkan Taman Riyadhah sering dijadikan persinggahan para wisatawan dari berbagai daerah ketika sampai di Lhokseumawe. Di sini pepohonannya berjejer rapi dan cukup banyak, sehingga suasananya sejuk dan rindang. Jalanan untuk pengunjung juga ditata sangat teratur, dengan kursi-kursi istirahat di pinggir-pinggirnya. Biasanya taman ini juga dipakai para anak-anak sekolah untuk bermain dan belajar, dan para pedagang asongan serta kaki lima berderet di sekitaran taman untuk berjualan. Taman ini adalah tempat wisata gratis dengan fasilitas cukup memadai yang patut dikunjungi.

Waduk Pusong

Selain Waduk Jeulikat, Kota Lhokseumawe juga memiliki waduk lainnya yang dijadikan tempat wisata, namanya Waduk Pusong. Pembangunannya dilakukan pada tahun 2008 lalu, kemudian selesai di tahun 2010. Awalnya, Waduk Pusong dibangun dengan tujuan pencegahan banjir pada Kota Lhokseumawe, tetapi karena suasanya yang teduh dan indah, masyarakat pun sering ke sekitar waduk untuk berekreasi. Akhirnya, waduk ini pun menjadi tempat wisata populer. Waduk ini akan semakin ramai ketika memasuki waktu senja, sebab pemandangannya menjadi lebih indah dan romantis. Para pengunjung sering menikmati senja dengan semangkuk mie Caluk khas Aceh. Saat malam tiba, gemerlap lampu kota akan terlihat memperindah sekitaran waduk.

Sungai Krueng Cunda

Sebenarnya, Sungai Krueng Cunda adalah sungai yang memisahkan antara Lhokseumawe dengan daratan Pulau Sumatera, tetapi kemudian sungai ini menjadi tujuan bersantai masyarakat. Di sungai ini terdapat budidaya ikan yang dilakukan oleh penduduk sekitar, juga berbagai warung tepi sungai yang biasa dijadikan tujuan para wisatawan. Pondok-pondok warung tersebut menyajikan berbagai makanan khas Aceh, dan biasanya ramai ketika sore hari. Semakin malam, suasana semakin meriah, karena dari pondok-pondok warung tepi sungai, kamu akan melihat kerlipan lampu kota yang memantul pada permukaan sungai.

Pantai Ulee Jalan

Pantai Ulee Jalan terletak di Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe. Pantai yang eksotis ini memiliki pasir coklat kehitaman dan bibir pantainya sangat luas, cocok untuk bermain bersama keluarga. Riak ombaknya pun tidak begitu kuat, sehingga aman jika ingin berenang. Banyak juga tempat penyewaan ban jika kamu takut berenang secara bebas. Di sudut yang lain, ada tebing pemecah ombak yang keren untuk berfoto ria. Untuk fasilitas umum, tempat ini masih sangat minim, sehingga perlu banyak perbaikan lagi.