Tempat Wisata di Kabupaten Sumenep yang Cantik dan Menarik

Diposting pada

Tempat Wisata di Kabupaten Sumenep – Ketika mendengar tentang Kabupaten Sumenep, mayoritas orang akan langsung terpikir pada Pulau Madura. Sumenep sendiri memang termasuk dalam bagian timur Pulau Madura. Sayangnya, korelasi tersebut kerap membuat Sumenep tidak dapat dianggap sebagai daerah otonomi dengan segala potensinya. Padahal, kabupaten tersebut daerah yang kaya mulai dari sumber daya alam hingga pariwisata.

Sumenep sendiri berasal dari bahasa daerah Madura yang memiliki arti “lembah yang tenang” yang mengacu pada kondisi geografis wilayah tersebut. Untuk menunjukkan keseriusan membangun sektor pariwisata, Sumenep memiliki slogan “Sumenep The Heart Purity” dengan maksud demi kenyamanan wisatawan, maka warga lokal akan menyambut sepenuh hati serta tata karma yang baik.

Tempat Wisata di Kabupaten Sumenep

Keraton Sumenep


Dahulu, Sumenep merupakan sebuah kadipaten di bawah teritorial Kerajaan Singosari, di mana Adipati yang memimpin tinggal di istana atau lazimnya disebut keraton. Bangunan keraton bersejarah tersebut masih dapat disaksikan hingga kini secara gratis oleh para wisatawan. Posisinya berada di pusat kota, tepatnya Jalan Dr. Sutomo, sehingga mudah dijangkau.

Museum Keraton Sumenep


Bila ingin mempelajari lebih jauh tentang sejarah Keraton Sumenep, maka berkunjung ke Museum Keraton Sumenep sangat membantu. Terlebih, posisinya berada tepat di samping Keraton Sumenep itu sendiri. Museum ini menyimpan banyak koleksi bersejarah milik keluarga keraton. Untuk dapat menyusuri museum ini, pengunjung akan dikenakan tarif tiket Rp. 5.000,- per orang.

Asta Tinggi Sumenep


Di kawasan Kebon Agung yang tidak terlalu jauh dari keraton berikut museumnya, juga terdapat kompleks pemakaman para mendiang pemimpin keraton berikut dengan keluarganya yang diberi nama Asta Tinggi. Tempat ini bebas dikunjungi karena merupakan salah satu objek wisata sejarah, tetapi terdapat beberapa aturan yang harus dipatuhi oleh wisatawan yang datang.

Masjid Agung Sumenep


Hampir 98% penduduk Madura memeluk agama Islam. Dengan fakta tersebut, maka Sumenep pun memiliki masjid kebanggaan, yakni Masjid Agung Sumenep yang berlokasi di pusat kota. Dibangun dengan megah memadukan arsitektur mirip keraton dengan gaya Tiongkok, Masjid Agung menjadi daya tarik sendiri bagi wisatawan selain sebagai tempat ibadah.

Kombinasi tersebut tidak terlepas dari peran arsitek yang menggarap Masjid Agung tersebut, yakni Law Pia Ngho yang memang berasal dari Negeri Tirai Bambu tersebut. Keindahan serta kemegahan rumah ibadah itu meningkat berkali lipat pada malam hari ketika diterangi oleh lampu-lampu kota yang cantik.

Pantai Lombang


Memiliki wilayah perairan yang cukup luas, Kabupaten Sumenep memiliki banyak pantai yang eksotik. Salah satunya Pantai Lombang yang memiliki pesona berupa hamparan pepohonan cemara udang di sepanjang pesisir. Cemara udang sendiri merupakan jenis cemara yang hanya ada di Madura dan Tiongkok. Selain gratis, fasilitas di sini pun cukup lengkap.

Pantai Ropet


Untuk pantai yang satu ini memiliki desa nelayan. Lokasinya berada di Kecamatan Dungkek. Wisatawan yang datang selain disuguhkan panorama laut yang cantik juga dapat menyaksikan langsung masyarakat setempat mendistribusikan ikan segar atau mengolahnya sendiri di rumah untuk menaikkan nilai jualnya. Selain itu juga dapat menumpang kapal untuk berkeliling.

Pantai Slopeng


Serbaguna tampaknya merupakan konsep Pantai Slopeng. Objek wisata yang satu ini cukup populer sebagai tempat pre-wedding hingga spot memancing. Panorama gunung berpasir putih yang mengelilingi pantai memberikan keindahan alami yang diharapkan saat sesi foto pra-pernikahan bahkan menggelar resepsi. Sedangkan untuk yang memancing bisa mendapatkan aneka ragam komoditas laut.

Boekit Tinggi Daramista


Demam tempat wisata dengan gardu pandang yang menyajikan panorama cantik serta instagrammable juga telah sampai di Madura melalui keberadaan Boekit Tinggi Daramista yang berlokasi di daerah Lenteng. Untuk masuk ke areal gardu pandang, wisatawan akan dikenakan retribusi tiket masuk Rp. 5.000,- dan biaya parkir mulai Rp. 2.000,- tiap kendaraan.

Kepulauan Kangean


Kabupaten Sumenep cukup luas sehingga juga memiliki gugusan pulau yang disebut dengan Kepulauan Kangean. Terdiri dari pulau-pulau kecil, di Kepulauan Kangean juga terdapat konservasi ayam bekisar yang populer sebagai satwa khas Madura. Untuk mencapai Kepulauan Kangean, wisatawan harus menumpangi perahu dengan tarif mulai Rp. 20.000,- per orang.

Taman Adipura Sumenep


Keberadaan taman terbuka hijau publik merupakan kebijakan bagi masing-masing kabupaten maupun kota. Sumenep kemudian memfungsikan alun-alun sebagai areal hijau yang dapat diakses gratis oleh warga maupun wisatawan tersebut. Melalui keberhasilan Sumenep meraih penghargaan Adipura beberapa tahun silam, maka disebutlah sebagai Taman Adipura Sumenep, yang kini hampir tidak pernah sepi pengunjung.

Wisatawan dapat duduk santai menikmati embusan angin yang sejuk di atas tanah berumput, menemani buah hati bermain di areal bermain anak, hingga mencicipi kuliner khas Sumenep yang dijajakan oleh para pedagang kaki lima di Taman Adipura. Retribusi wajib yang dibebankan pada wisatawan adalah berupa tarif parkir kendaraan.

Kota Tua Kalianget


Meski tidak sepopuler Kota Tua Jakarta, tetapi Kota Tua Kalianget juga patut dikunjungi sebagai destinasi wisata sejarah. Komplek bangunan tua yang terdiri dari rumah, tempat ibadah, hingga bioskop ini membebankan tarif tiket masuk Rp. 5.000,- per orang. Kota Tua Kalianget merupakan peninggalan zaman Belanda sehingga memiliki gaya Eropa yang kental.

Tirta Sumekar


Sumenep termasuk dalam surga wisata bahari, termasuk keberadaan Tirta Sumekar di dalamnya. Letaknya tidak jauh dari Astana Tinggi sehingga masih tergolong berada di jantung kota. Kolam renang modern ini mematok tarif tiket sebesar Rp. 10.000,- per orang. Biasanya paling ramai ketika akhir pekan dan masa liburan sekolah.

Desa Wisata Nambakor


Berada di pesisir pantai, Kecamatan Saronggi, warga desa memiliki kepedulian tinggi terhadap perkembangan sektor pariwisata sehingga mereka bekerja sama menjadikan kampung tempat tinggal sebagai desa wisata. Masuk ke areal kampung, pengunjung harus membayar Rp. 2.000,- per orang. Di sini, salah satu kegiatannya adalah menyaksikan proses pembuatan garam serta budidaya tambak.

Karapan Sapi


Madura cukup dikenal dengan olahraga karapan sapi, bahkan hingga internasional. Untuk karapan sapi terbaik di Sumenep sendiri berlokasi di Desa Manding Laok. Wisatawan dapat langsung datang dan cukup membayar Rp. 3.000,- sebagai biaya tiket. Tetapi nominal retribusi akan naik hingga 10 kali lipat saat sedang digelar kompetisi karapan sapi.

Taman Wisata Bahari Pulau Mamburit


Diving dan snorkeling merupakan dua aktivitas unggulan di taman wisata bahari ini. Demi memuaskan wisatawan, pengelola bahkan menyediakan peralatan serta perawatan dengan kualitas nasional sekaligus internasional. Biaya untuk melakukan aktivitas air di atas di Pulau Mamburit cukup tinggi, tetapi menyajikan kualitas yang sesuai. Selain itu, panorama sekitarnya juga sangat instagrammable.

Sumenep Bukan Kabupaten Biasa

Keberadaan sebagian kecil tempat wisata di atas mengukuhkan Sumenep sebagai salah satu daerah mandiri yang layak untuk dipertimbangkan dalam sektor pariwisata. Terlebih, retribusi yang dikenakan oleh masing-masing objek wisata pun relatif murah sehingga cukup terjangkau bagi berbagai kalangan, baik penduduk lokal Sumenep maupun para wisatawan yang khusus berkunjung untuk mengeksplorasinya.