Wisata Rumah Adat

Tempat Wisata di Gorontalo yang Wajib di Kunjungi

Diposting pada

Provinsi Gorontalo menjadi provinsi ke-32 Indonesia yang dikukuhkan pada tanggal 22 Desember 2000. Provinsi ini dikenal dengan besarnya prosentase pemeluk agama Islam hingga mencapai hampir 98% dari jumlah penduduknya, sehingga tidak heran mendapatkan julukan sebagai “Serambi Madinah” menyerupai Nangroe Aceh Darussalam dengan sebutan “Serambi Mekkah”-nya.

Meski demikian, Gorontalo tidak pernah mengalami konflik saudara antar etnis maupun agama. Toleransi serta keramahan penduduk Gorontalo turut meningkatkan pula minat terhadap sektor wisatanya yang menyajikan panorama alam seperti pegunungan maupun laut yang alami. Bahkan salah satu destinasi wisatanya disebut-sebut wisatawan Interasional sebagai Maldives from Gorontalo.

Destinasi Wisata Gorontalo

1. Pulau Cinta
Pulau Cinta
Tempat wisata inilah yang disebut sebagai Maldives from Gorontalo. Letaknya berada di Kabupaten Boalamo. Di sana terdapat resort yang mengapung di atas laut dan terhubung dengan jembatan yang membentuk symbol hati. Untuk menginap di sini dikenakan tarif Rp. 3.500.000,- sampai dengan Rp. 5.000.000,- per malam.

2. Bukit Layang
Bukit Layang
Destinasi wisata yang satu ini terletak di Kelurahan Siendeng dan menawarkan panorama alam Kota Gorontalo dari atas bukit. Sangat cantik bila dilihat saat malam hari di mana lampu-lampu kota tengah menyala. Sering juga dijadikan arena kemping oleh kawula muda. Pengunjung tidak dikenakan biaya sepeserpun saat bertandang ke sini.

3. Wisata Laut Olele
Wisata Laut Olele
Sesuai namanya, tempat wisata bahari ini berada di Desa Olele yang dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih satu jam dari pusat kota. Anda bisa melakukan snorkeling maupun diving untuk menikmati keindahan lautnya. Namun, harus membawa peralatan sendiri dikarenakan belum ada jasa penyewaan di sana.

4. Masjid Walima Emas Gorontalo
Masjid Walima Emas
Letaknya berada di Desa Wisata Religius Bubohu dengan ketinggian sekitar 250 meter di atas permukaan laut. Keempat sisi kubahnya berlapis emas dan memiliki bentuk dari kue tradisional Gorontalo. Siapapun wisatawan yang hendak beribadah maupun melihat-lihat dipersilakan tanpa dipungut biaya asalkan dapat menjaga ketertiban dan sopan santun.

5. Air Terjun Didigga
Air Terjun Didingga
Terletak di desa Didigga sebagaimana namanya, air terjun ini belum terlalu populer sehingga masih sangat murni karena hampir tidak terjarah oleh manusia. Untuk sampai di air terjun ini, wisatawan diwajibkan untuk merekrut pemandu yang memahami medan supaya tidak tersesat. Sementara ini belum diterapkan pemungutan pembayaran tiket bagi para turis.

6. Pantai Dunu
Pantai Dunu
Dapat ditempuh dalam waktu 1,5 jam saja dari pusat Kota Gorontalo, pantai ini merupakan salah satu destinasi wisata favorit wisatawan yang berkunjung. Sayangnya, kawasan ini belum dimaksimalkan oleh pemerintah setempat sebagai sumber daya pariwisata, sehingga tidak ada fasilitas yang tersedia, sehingga turis harus menyiapkan segala keperluan dari tempat menginap.

7. Air Terjun Taludaa
Air Terjun Taludaa
Seperti halnya banyak destinasi wisata alam lain yang belum dikelola secara maksimal, begitu pula air terjun yang terletak di kawasan agrowisata ini. Untuk menuju ke lokasi, wisatawan harus berjalan kaki, namun tidak akan terasa melelahkan berkat keindahan paroramanya. Turis pun tidak dikenakan biaya apa pun untuk menghabiskan waktu di sini.

8. Pulau Saronde
Pulau Saronde
Pulau ini hanya memiliki luas sebesar satu kilometer dan menggunakan konsep terapung. Laut serta pesisir pantainya sangat bersih dan fasilitas yang diberikan pun sudah cukup memadai. Pengunjung dapat memilih menginap dengan menggunakan tenda di tepi pantai atau menyewa cottage dengan tarif Rp. 150.000,- saja per malamnya.

9. Air Terjun Tenilo
Air Terjun Tenilo
Destinasi wisata alam satu ini juga belum dieksplorasi secara maksimal sehingga masih gratis untuk dikunjungi oleh wisatawan. Letaknya di daerah Boalemo dan memiliki ketinggian air terjun hanya 20 meter. Meski begitu, warga sekitar sangat ramah. Turis akan disambut baik, bahkan ditawari untuk meminum secangkir kopi bersama.

10. Pantai Bolihutuo
Pantai Bolituhuo
Salah satu pantai dengan ombak cukup aktif ini mematok tarif Rp. 3.000,- per orang untuk dapat memasuki kawasan tersebut. Terletak di kawasan Balihutuo sesuai namanya, sarana dan prasarana areal wisata yang satu ini sudah cukup lengkap. Salah satunya penginapan berbentuk cottage yang membanderol harga Rp. 150.000,- per malam.

11. Benteng Otanaha
Benteng Otahana
Berada di kawasan perbuktian Kelurahan Dembe I, benteng ini didirikan oleh bangsa Portugis di zaman penjajahan masih berlangsung. Ada 348 buah anak tangga yang perlu dilewati untuk mencapai puncak benteng. Akomodasi di sana juga masih belum terlalu lengkap. Harga tiket masuknya dipatok Rp. 3.000,- per orang.

12. Wisata Bahari Hiu Paus
Wisata Bahari Hiu Paus
Jika beruntung ketika menyelam di sekitaran desa Botubarani, Anda mungkin akan berkesempatan melihat langsung hiu paus yang termasuk spesies hiu jinak. Hiu tersebut bersikap sangat bersahabat dengan manusia. Untuk berenang, Anda hanya perlu membayar jasa nelayan yang menjadi pemandu sesuai kesepakatan, sedangkan bila naik perahu dikenakan tarif Rp. 25.000,-.

13. Pakaya Tower Limboto
Pakaya Tower Limboto
Menara ini memiliki desain mirip dengan Menara Eiffel di Paris, Prancis. Hanya saja, Pakaya Tower lebih kecil dengan hanya memiliki lima lantai saja. Pengunjung tidak dikenakan biaya untuk melihat-lihat ke dalam tower. Namun, berkat hal ini pula menara menjadi kurang terawat dan tampak akan segera mengalami kerusakan serius.

14. Tempat Wisata Rumah Adat
Wisata Rumah Adat
Disebut juga Bantayo Poboide yang berarti tempat pertemuan. Gedung ini biasa dimanfaatkan untuk kegiatan-kegiatan masyarakat atau pemerintahan dengan dasar sewa. Asalkan sedang tidak digunakan untuk menggelar suatu acara atau kegiatan, wisatawan dapat berkeliling ke seluruh penjuru rumah secara cuma-cuma tanpa dipungut biaya sepeserpun.

15. Pentadio Resort
Pentadio Resort
Terletak dekat dengan Danau Limboto, resort ini menyediakan pemandangan indah laut dan telah berdiri sejak zaman penjajahan Belanda. Hiburan utama yang ditawarkan tak lain adalah pemandian air hangat yang sumbernya berasal dari kawah belerang. Harga tiket masuknya dibanderol sebesar Rp. 10.000.- saja per orang.

16. Pulau Diyonumo
Pulau Diyonumo
Posisinya berada di Desa Deme 2 dengan pemandangan perbukitan yang menjulang disertai laut biru menghampar. Panorama pulau ini sangat indah, namun belum populer di kalangan para turis. Sebab itu pula, fasilitas yang disediakan pun masih sangat minim, sehingga pengunjung harus membawa banyak benda penunjang sendiri.

17. Pantai Manunggu
Pantai Manunggu
Pantai yang satu ini cocok sekali dimanfaatkan untuk menyaksikan sunrise maupun sunset yang romantis. Destinasi wisata yang cantik ini dapat dikunjungi secara gratis. Bahkan, banyak turis yang kerap menginap dengan menggunakan tenda di sini. Tetapi karena minim fasilitas, tentu keperluan lain seperti makanan dan minuman juga harus disiapkan sendiri.

18. Desa Suku Bajo
Desa Suku Bajo
Merupakan tempat wisata budaya yang akan memberikan banyak pengetahuan baru kepada para wisatawan akan kehidupan para penduduk lokal. Terletak di Kecamatan Popayato, Suku Bajo yang merupakan penduduk asli selalu bersikap sangat ramah dan terbuka. Bila ingin bermalam, sudah ada beberapa penginapan yang memang disediakan pemerintah dengan harga sewa Rp. 100.000,- per malam.