Tempat Wisata di Aceh Singkil dengan Kekayaan Pariwisatanya

Diposting pada

Tempat Wisata di Aceh Singkil – Kabupaten Aceh Singkil merupakan daerah otonom dari hasil perluasan Kabupaten Aceh Selatan. Singkil sendiri merupakan ibu kota dari kabupaten yang terdiri dari 11 kecamatan tersebut. Sayangnya, Aceh Singkil agak tertinggal dalam hal pembangunan infrastruktur sehingga mempengaruhi banyak aspek, terutama sektor pariwisata yang kurang populer, padahal sebenarnya memiliki banyak destinasi eksotis.

Hampir seluruh tempat wisata di Aceh Singkil merupakan wisata alam yang masih perawan karena tidak terjamah oleh campur tangan pemerintah maupun swasta. Namun, meski akses jalan agak sulit, justru membuat Aceh Singkil semakin menantang untuk dikunjungi dan dieksplorasi. Berikut ini adalah destinasi wisata andalan dari Kabupaten Aceh Singkil.

Kepulauan Banyak

Kepulauan ini terdiri dari banyak pulau-pulau kecil yang eksotik dan mayoritas tidak berpenghuni sehingga wisatawan yang mengunjunginya ketika tidak ada turis lain akan terasa seolah tengah berlibur di pulau pribadi. Adapun pulau-pulau dari Kepulauan Banyak yang paling populer di kalangan wisatawan serta cukup mudah dan aman untuk diakses adalah :

1. Pulau Balai


Tempat pertama yang wajib dituju oleh wisatawan yang mengunjungi Kepulauan Banyak adalah Pulau Balai di mana merupakan pusat pemerintahan kecamatan berada. Di sana, tersedia fasilitas lengkap untuk menunjang kegiatan berlibur para turis, mulai penginapan hingga transportasi untuk mengelilingi pulau-pulau lain. Tarif penginapan bervariasi mulai Rp. 120.000,- per malam.

2. Pulau Tailana


Pulau yang satu ini merupakan favorit para wisatawan yang mengunjungi Kepulauan Banyak. Hamparan laut biru dipercantik dengan pepohonan kelapa di sepanjang bibir pantai serta pasirnya yang berwarna putih. Sebagai pulau tidak berpenghuni, fasilitasnya pun sangat minim, tetapi sangat memesona, terutama untuk aktivitas snorkeling atau sekedar untuk merilekskan pikiran memandangi sunset.

3. Pulau Palambak Besar


Pulau ini berada di tengah-tengah, terapit antara Pulau Tuangku dan Pulau Palambak Kecil. Terdapat sebuah jembatan kayu memanjang yang menjorok ke laut untuk menikmati panorama sekitar, terutama ketika matahari terbenam. Ombaknya juga relatif tenang sehingga aman untuk anak-anak bermain. Selain itu juga banyak pohon kelapa yang buahnya bebas dipetik.

4. Pulau Panjang


Tidak kalah eksotik dari Pulau Tailana, di Pulau Panjang wisatawan pun dapat menikmati keindahan panorama matahari tenggelam dengan gradasi warna berubah-ubah yang unik. Bagi yang ingin snorkeling, maka spot di sebelah selatan pantai merupakan titik terbaik di mana terdapat aneka terumbu karang unik yang tidak ada di tempat lain.

5. Pulau Tuangku


Sebagai pulau terbesar di Kepulauan Banyak, di Pulau Tuangku tersedia fasilitas yang cukup memadai untuk wisatawan meski sederhana, seperti penginapan dari kamar kosong yang disewakan oleh penduduk lokal, serta transportasi berupa perahu yang sehari-hari digunakan untuk melaut. Di sini juga terdapat perbukitan dan gua yang dapat menjadi jalur trekking menantang.

6. Pulau Bangkaru


Pulau ini merupakan pusat konservasi penyu di Kepulauan Banyak. Penyu Hijau yang termasuk satwa dilindungi dengan mudah dapat ditemukan di sini. Selain jenis penyu langka tersebut, terdapat dua macam menu lain yang lebih langka dan hanya jika sedang beruntung saja dapat dijumpai, yakni Penyu Belimbing dan Penyu Sisik.

7. Pulau Malelo


Little Maldives from Banyak Islands merupakan deskripsi yang tepat untuk Pulau Malelo. Pulau yang terdiri dari daratan pasir kecil dan kosong tanpa penghuni maupun tanaman ini memiliki aura romantisme layaknya Kepulauan Maladewa. Wisatawan bisa berkemah di sini dan menikmati eksotisme serta ketenangan yang ditawarkan pulau ini secara cuma-cuma.

Destinasi Wisata Air Terjun Dari Aceh Singkil

Sebagaimana kabupaten lain di Aceh yang memiliki destinasi wisata berupa air terjun, maka di Aceh Singkil pun terdapat beberapa spot air terjun yang eksotis, di antaranya :

1. Air Terjun Kota Tinggi


Di Kecamatan Simpang Kanan, terdapat Air Terjun Kota Tinggi yang sekaligus merangkap sebagai destinasi pemandian alami. Jika berkunjung kemari, wisatawan cukup membayar biaya tiket masuk sebesar Rp. 5.000,- saja per orang. Sayang lokasinya berada lumayan jauh dari Singkil dan akses jalan belum terlalu bagus, begitu pula dengan fasilitas yang terbatas.

2. Air Terjun Kedabuhan


Berjarak 63 kilometer dari Singkil, Air Terjun Kedabuhan dapat dieksplorasi gratis oleh para wisatawan yang mampir. Tetapi sangat tidak disarankan untuk bermain air di kolam yang terbentuk dari guyuran air terjun tersebut karena arusnya relatif deras. Wisatawan cukup menikmati panorama yang cantik dan duduk sambil merendam kaki saja di sana.

Danau Di Aceh Singkil

Jika bosan dengan pemandangan pantai, maka Aceh Singkil masih memiliki alternatif wisata lain, yaitu berupa danau-danau yang berada di beberapa titik dan tidak kalah eksotis dibandingkan wisata alam lainnya dari Aceh Singkil berikut ini :

1. Danau Bungara


Danau Bungara yang berlokasi di Kutabaharu sangat istimewa. Memiliki luas sekitar 85 hektar, di tengah danau terdapat tiga buah pulau kecil tidak berpenghuni yang diberi nama buah-buahan, yakni Pulau Mangga, Pulau Nanas, dan Pulau Cempedak. Sayangnya, belum ada campur tangan pemerintah maupun pihak swasta guna optimalisasi pariwisata Danau Bungara ini.

2. Danau Tana Bara


Walaupun tidak seluas Danau Bungara, tetapi Danau Tana Bara di Kecamatan Gunung Meriah tetap menarik untuk dikunjungi, terutama bagi wisatawan yang memiliki hobi memancing. Di sini terdapat areal budidaya atau keramba ikan air tawar yang difungsikan sebagai wahana komersil oleh warga selaku pengelola agar wisatawan dapat memancing dengan lebih mudah.

3. Danau Cingkam


Hampir serupa dengan Danau Tana Bara, Danau Cingkam juga dimanfaatkan sebagai area budidaya udang dan ikan air tawar. Wisatawan juga dapat bebas menyalurkan hobi memancing di sini. Bahkan, paguyuban warga yang mengelola juga menyediakan jasa pengolahan hingga menjadi masakan matang atau menyewakan peralatan masak jika wisatawan ingin mengolahnya sendiri.

Hutan Rawa Singkil


Satu-satunya hutan tropis di Singkil ini masih sangat sepi wisatawan karena kondisi alamnya yang ‘agak’ keras, di mana terdapat kawanan buaya yang bebas berkeliaran. Sebab itu, wisatawan yang datang wajib ditemani pemandu di mana biasaya merupakan warga lokal yang cukup ahli dalam menangani ancaman kawanan buaya di habitat alaminya tersebut.

Di Hutan Rawa Singkil terdapat Teluk Rumbia yang memiliki panorama sangat indah. Wisatawan juga dapat memetik langsung buah kelapa dari pepohonan di tepian teluk dan menikmati kesegarannya. Untuk fasilitas seperti penginapan memang belum tersedia, tetapi wisatawan dapat bermalam dengan mendirikan tenda atau menyewa kamar kosong di rumah penduduk lokal.

Aceh Singkil yang Kaya Tetapi Kurang Populer

Sebagai dasar untuk menjadi kabupaten wisata, Aceh Singkil sejatinya sudah memiliki lebih dari cukup. Dengan sedikit bantuan dari pemerintah dan kerja sama dari masyarakat untuk penyediaan fasilitas yang lebih memadai dan upaya memperkenalkannya pada publik, bukan mustahil dalam waktu singkat Aceh Singkil dapat menjelma menjadi surga wisata baru di Indonesia.