Potensi Tempat Wisata di Kabupaten Aceh Tengah yang Tak Boleh Dipandang Sebelah Mata

Diposting pada

Tempat Wisata di Kabupaten Aceh Tengah – Kurang populer bukan berarti tidak layak. Hal tersebut merupakan definisi yang pas untuk menggambarkan potensi pariwisata dari Kabupaten Aceh Tengah. Wilayah otonom ini berpusatkan di Takengon yang populer akan kesejukan udaranya berkat letaknya yang berada di belakang Bukit Barisan, dataran tinggi raksasa yang membungkus hampir seluruh Pulau Sumatera.

Hal itu baru separuh dari pesona pariwisata yang dimiliki oleh Kabupaten Aceh Tengah secara keseluruhan. Sebagaimana daerah lain di Bumi Serambi Mekah tersebut, mayoritas destinasi merupakan wisata alam yang sebagian dibalut dengan budaya kental Suku Gayo, di mana merupakan suku asli Aceh yang terkenal dengan kesenangan mereka memelihara kerbau.

Tempat Wisata di Kabupaten Aceh Tengah

Burni Telege


Menyinggung tentang popularitas, inilah destinasi wisata asal Aceh Tengah, tepatnya di Kampung Bale, yang sedang ramai dibicarakan di dunia maya. Di sini, wisatawan bisa menikmati minum kopi di atas ketinggian gunung mencapai 1.473 mdpl. Bukan sekedar menyeruput kopi saja, tetapi pengunjung dapat melakukannya di atas sebuah ‘permadani terbang’.

Tentu membutuhkan nyali yang besar untuk menjajal wahana yang baru dikembangkan oleh warga Kampung Bale selaku pengelola ini. Mula-mula, wisatawan akan dikenakan retribusi tiket masuk dan biaya parkir sebesar Rp. 5.000,- di mana diizinkan menaiki ‘permadani terbang’. Sedangkan harga yang harus dibayar untuk menikmati secangkir kopi adalah Rp. 5.000,- saja.

Perkebunan Kopi Aceh Gayo


Kopi Robusta asal Aceh Tengah yang diolah oleh Suku Gayo telah dikenal memiliki kualitas terbaik di dunia hingga ke mancanegara. Sebab itu, selagi berkunjung ke Aceh Tengah, tidak ada salahnya untuk mampir di Perkebunan Kopi Aceh Gayo, di mana wisatawan dapat menyaksikan proses pengolahan kopi robusta secara lengkap dan cuma-cuma.

Air Terjun Mangaya


Bermain air sambil menikmati panorama alam sekitar menjadi hiburan yang ditawarkan oleh Air Terjun Mangaya yang diberi nama sesuai dengan nama desa tempatnya berada. Air terjun yang masih perawan dan dapat diakses gratis ini memiliki ketinggian dan debit relatif rendah. Selain itu, udara di sekitar pun sangat segar dan sejuk.

Kota Takengon


Sebagai pusat pemerintahan kabupaten, Kota Takengon memiliki daya tarik wisata tersendiri. Penamaan ‘Takengon’ berasal dari bahasa daerah Aceh yang berarti kelokan. Secara demografis, Kota Takengon memang berada di dataran tinggi yang baru bisa dicapai setelah melewati jalanan yang berkelok-kelok. Panorama dari Kota Takengon membuatnya dijuluki sebagai ‘Kota Di Atas Awan’.

Danau Laut Air Tawar


Destinasi wisata populer dari Aceh Tengah selanjutnya adalah Danau Laut Air Tawar, berupa sebuah danau yang diapit oleh dua bukit sehingga menghasilkan view sangat cantik. Danau ini berada di daerah Dataran Tinggi Gayo dan merupakan salah satu sumber penghidupan utama masyarakat setempat. Wisatawan dapat pula menyewa perahu nelayan untuk berlayar.

Terdapat ikan depik yang merupakan endemik lokal di danau tersebut dan tidak dapat ditemukan di tempat lain. Untuk menikmati panorama danau, wisatawan harus membayar tiket masuk Rp. 3.000,- per orang, sedangkan jika ingin berlayar dipatok tarif Rp. 10.000,-. Toilet umum, rumah makan, dan arena bermain merupakan fasilitas penunjang yang tersedia.

Pantan Terong


Bila ingin menyaksikan panorama Danau Laut Air Tawar dari sudut yang berbeda, maka wisatwan dapat mengunjungi Pantan Terong, puncak bukit yang memiliki arah pandang pada danau tersebut. Berlokasi di Kecamatan Bebesan, wisatawan juga dapat menikmati wahana paralayang. Tiket masuk dibanderol Rp. 5.000,- sedangkan tarif paralayang sebesar Rp. 75.000,- per orang.

Gua Loyang Datu Merah


Aceh Tengah memiliki destinasi wisata berupa gua cantik yang sudah dilengkapi dengan akses tangga sehingga memudahkan wisatawan yang ingin menjelajah di sana. Cukup dengan membayar biaya sebesar Rp. 5.000,- pengunjung dapat menikmati panorama berupa gua yang dipenuhi stalagtit dan stalagmit yang masih alami tanpa intervensi dari manusia.

Gua Loyang Koro


Wisata gua lain di Aceh Tengah adalah Gua Layang Koro di lereng Gunung Birahpanyang dengan jarak hanya 5 kilometer saja dari ibu kota. Spot wisata gratis ini konon dahulu merupakan rute gerilya Sultan Aceh ketika tengah bertempur melawan kolonial. Sayangnya tidak terdapat fasilitas penunjang untuk wisatawan seperti toilet atau warung.

Gua Putri Pukes


Satu gua lagi di Aceh Tengah yang menarik untuk dikunjungi adalah Gua Putri Pukes yang berlokasi di Kampung Mendale. Gua yang bebas dikunjungi tanpa perlu membayar retribusi apa pun ini memiliki legenda tentang seorang putri yang membatu bersama dengan seluruh harta yang dimiliki dan memang bebatuannya bersinar kala tersorot matahari.

Pantai Menye


Di Provinsi Aceh, olahraga pacuan kuda merupakan salah satu yang sangat digemari. Khususnya di Aceh Selatan, di mana para joki biasa melatih kuda yang mereka miliki di tepi Pantai Menye yang dalam bahasa Aceh berarti Pantai Manja. Hal tersebut kemudian menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk mengunjung Pantai Menye.

Lancuk Leweng


Pariwisata Aceh, termasuk Aceh Tengah terus berbenah mengikuti perkembangan zaman, termasuk tren berburu foto yang instagramable oleh para kaum milenial. Untuk itu, Gunung Lancuk Leweng dieksplorasi dan disediakan beragam spot foto kekinian untuk menarik minat wisatawan. Dengan hanya membayar Rp. 7.000,- saja per orang, wisatawan bebas menikmati Lancuk Leweng sepuasnya.

Sungai Pesangan


Di sungai yang berada di Kecamatan Pegasing ini, wisatawan bisa menjajal olahraga ekstrem arung jeram dengan grade yang relatif ringan di mana dapat diikuti pula oleh anak-anak dengan usia minimal sepuluh tahun dan berat serta tinggi badan yang sesuai ketentuan. Biayanya pun cukup terjangkau, hanya Rp. 25.000,- untuk tiap peserta.

Masjid Ruhama Takengon


Sebagai provinsi dengan hampir 96% penduduknya adalah muslim, Aceh memang memiliki banyak bangunan masjid yang eksotik dan megah. Salah satunya Masjid Ruhama di jantung kota. Masjid ini dibangun dengan kubah emas serta lukisan khas Suku Gayo sehingga menghasilkan tampilan yang elegan. Selain itu, masjid juga mampu menampung hingga 2000 jamaah.

Gayo Waterpark


Membuktikan kesungguhan dalam memaksimalkan potensi wisata yang dimiliki, di Aceh Tengah pun telah berdiri sebuah wisata kolam modern yang dipadukan dengan panorama alami sekitar yang diberi nama Gayo Waterpark yang membanderol tarif sangat terjangkau, cukup Rp. 15.000,- saja per orang. Gayo Waterpark dilengkapi fasilitas seluncur, pancuran, toilet, dan foodcourt sederhana.

Aceh Tengah, Surga Wisata Yang Tereksplorasi Dengan Baik

Mayoritas spot wisata di Kabupaten Aceh Tengah telah ditangani dengan baik melalui kerja sama pemerintah setempat dengan masyarakat yang memiliki kesadaran tinggi atas potensi wisata dari daerah tempat tinggal mereka. Sehingga dari segi fasilitas masing-masing tempat wisata pun sudah memadai.

Faktanya, upaya untuk meningkatkan pemasukan daerah melalui sektor pariwisata terus digenjot oleh pemerintah Kabupaten Aceh Tengah yang menggandeng langsung masyarakat untuk berpartisipasi sehingga hasil yang didapatkan pun lebih maksimal.