Pesona Tempat Wisata di Aceh Jaya yang Tak Terelakkan

Diposting pada

Tempat Wisata di Aceh Jaya – Resmi berdiri pada tahun 2002 sebagai daerah hasil pemekaran wilayah Aceh Barat, Kabupaten Aceh Jaya terus berkembang sebagai daerah otonomi dengan pusat pemerintahan yang berada di Calang. Sebelum bencana Tsunami lebih dari satu dekade lalu, Aceh Jaya telah menonjol di sektor pertanian dan peternakan berkat struktur demografi daerah yang bagus.

Meski setelahnya terdapat perubahan cukup signifikan pada struktur lingkungan akibat bencana alam tersebut, perekonomian di Aceh Jaya tetap stabil melalui sektor pariwisata yang memang tengah digenjot oleh pemerintah. Kabupaten Aceh Jaya sendiri memiliki banyak destinasi wisata yang tentu tidak terdapat di daerah lain sebagaimana akan diulas dalam artikel berikut.

Tempat Wisata di Aceh Jaya

Pulau Tsunami


Pulau yang satu ini sangat unik karena daratan ini muncul atau terbentuk disebabkan oleh bencana Tsunami yang menimpa Aceh pada 2004 silam. Pulau tersebut berada di Kecamatan Jaya, dengan posisi yang menjorok ke laut. Di sekitarnya diapit oleh perairan berwarna hijau tosca yang cantik. Wisatawan dapat mengeksplorasi gratis pulau ini.

Pulau Sungai Keluang


Berbatasan dengan Pulau Tsunami, terdapat Pulau Sungai Keluang yang menjadi destinasi favorit kaum milenial di Aceh Jaya sekaligus pula para wisatawan domestik dan asing. Di pulau kecil yang satu ini, terdapat bebatuan karang raksasa di bibir pantai, spot terbaik untuk berfoto. Untuk masuk ke Pulau Sungai Keluang tidak dibebankan retribusi.

Puncak Lageun


Di Kecamatan Setia Bakti yang hanya berjarak lima belas menit dari Calang, terdapat sebuah puncak perbukitan yang diberi nama Puncak Calang. Pemandangan berupa lautan biru terhampar cantik dari puncak yang memerlukan waktu pendakian selama empat jam tersebut. Namun, bukan hanya laut dan pasir pantai pesona yang ditawarkan oleh Puncak Lageun.

Dari titik tersebut, wisatawan dapat menyaksikan kawanan lumba-lumba berlompatan dari dalam laut ke udara. Namun, di puncak juga terdapat kafe yang menyediakan es kelapa muda dan mi instan hangat sebagai teman menikmati panorama tersebut. Namun, wisatawan harus membayar biaya tiket masuk sebesar Rp. 5.000,- serta wajib membeli kudapan terlebih dahulu.

Puncak Gunung Geurutee


Berbeda dengan Puncak Lageun yang menawarkan panorama lautan biru dan atraksi lumba-lumba, Puncak Gunung Geurutee menyajikan gugusan pulau-pulau kecil di sekitar sebagai panorama utama. Dengan membeli kudapan ringan yang disajikan di satu-satunya kafe yang ada, pengunjung sudah dapat bersantai menikmati pemandangan tersebut dari serambi yang sekaligus berfungsi sebagai gardu pandang.

Sungai Teunom


Para pecinta arung jeram pasti tidak akan melewatkan kesempatan untuk menjajal arus Sungai Teunom yang berlokasi di Desa Sarah Raya ini. Pemandangan di sekitar pun tidak kalah menarik hati karena di sepanjang sungai terdapat bebatuan karas yang cantik. Untuk menjajal arung jeram, wisatawan cukup membayar Rp. 10.000,- saja per orang.

Pulau Reusam


Wisatawan harus menyewa jasa speed boat untuk dapat sampai di pulau ini, di mana harus pandai tawar menawar dengan pemilik jasa karena tidak terdapat harga pasti. Di sini, wisatawan dapat menikmati hamparan laut yang cantik dan berpasir putih. Pulau Reusam juga merupakan spot terbaik untuk para pecinta diving dan snorkeling.

Teluk Rigaih


Sesuai namanya, destinasi wisata cantik yang satu ini berada di Desa Rigaih, termasuk dalam Kecamatan Setia Bakti. Di sini, wisatawan cukup membayar retribusi berupa tiket masuk sebesar Rp. 5.000,- per orang, di mana langsung dapat menikmati laut yang diapit oleh perbukitan yang menciptakan harmoni warna hijau dengan biru yang indah.

Pantai Kuala Dhoi


Pantai ini cukup unik karena memiliki struktur yang landai. Di sekitarnya terdapat pohon-pohon kelapa yang buahnya dapat dinikmati gratis oleh wisatawan. Pengelola menerapkan tarif sebesar Rp. 3.000,- saja per orang bagi wisatawan yang ingin bersantai di Pantai Kuala Dhoi ini. Sayangnya, fasilitas seperti toilet dan tempat ibadah belum disediakan.

Pantai Pasir Saka


Dibutuhkan tekad dan usaha yang cukup besar untuk dapat mencapai destinasi wisata yang satu ini, sebab wisatawan harus menyusuri dua perbukitan dan melewati jalan setapak yang sempit sebagai rutenya. Namun, perjuangan itu sebanding dengan keindahan pantai yang ditawarkan, yang masih murni dan sama sekali tidak tercemar oleh campur tangan manusia.

Pantai Kuala Merisi


Bila mencari pantai yang aman untuk anak-anak, maka Pantai Kuala Merisi merupakan jawabannya. Pantai yang satu ini memiliki butiran pasir putih yang lembut dan ombak yang tenang sehingga mereka dapat bermain dengan tenang. Untuk masuk ke kawasan wisata Pantai Kuala Merisi, pengunjung dibebankan biaya tiket sebesar Rp. 5.000,- serta parkir.

Danau Laut Nie Pineung Surasa


Destinasi wisata yang satu ini menawarkan hiburan yang relatif lengkap, mulai dari pemandangan alam yang cantik oleh danau dengan pinang merah di sekelilingnya, pengetahuan baru tentang tanaman-taman langka di sekitar, serta pemancingan mengingat banyak ikan air tawar di dalam danau. Untuk itu, wisatawan cukup membayar Rp. 10.000,- saja per orang.

Desa Batee Tutong


Batee Tutong berasal dari Bahasa Aceh yang berarti Batu Terbakar. Desa yang berada di Calang ini diberi nama tersebut karena setiap pancaroba tiba, semua pepohonan di seluruh penjuru desa mendadak layu layaknya habis terbakar. Meskipun kini sudah tidak lagi, tetapi Desa Batee Tutong memiliki banyak alasan lain untuk dikunjungi.

Wisatawan bisa mencicipi kuliner-kuliner khas Aceh yang lezat dari warung-warung sederhana milik warga desa. Selain itu, mereka juga bisa turut melaut dengan warga yang sebagian berprofesi sebagai nelayan. Warga Batee Tutong sendiri sangat ramah pada wisatawan. Meski tidak tersedia penginapan, banyak warga Batee Tutong yang menyewakan kamar kosong untuk bermalam.

Nisan Meurehom Daya


Makam salah seorang Raja di Lamno ini menjadi salah satu situs wisata sejarah yang wajib dikunjungi, terutama bagus untuk mengedukasi generasi muda akan perjuangan besar rakyat Aceh dalam melawan penjajahan Belanda sehingga daerah mereka tidak sampai tersentuk kolonial. Selain persemayaman, terdapat bekas meriam perang dan tank militer milik kolonial Belanda.

Kampung Mata Biru Lamno


Rata-rata orang Asia memiliki warna mata yang hitam atau kecokelatan, tetapi berbeda dengan desa satu ini, di mana warganya cukup banyak yang bermata biru karena merupakan keturunan dari pernikahan warga lokal dengan pendatang asal Eropa sehingga penampilan fisik mereka pun menyerupai orang Eropa. Meskipun telah banyak yang meninggal akibat Tsunami.

Wisatawan tidak perlu membayar tiket masuk sama sekali saat berkunjung ke desa ini. Bahkan tidak jarang warga pun dengan senang hati menjamu para wisatawan secara gratis.

Aceh Jaya Tidak Kalah Eksotis Dan Menarik

Sejatinya, Kabupaten Aceh Jaya atau Provinsi Aceh secara keseluruhan hanya kalah populer dibandingkan provinsi-provinsi lain dalam sektor pariwisata. Padahal mereka memiliki destinasi-destinasi wisata yang tidak kalah menarik, bahkan beberapa lebih unggul karena tidak akan bisa didapatkan di daerah lain. Juga, masih kurangnya turut campur dinas pariwisata membuatnya kurang tereksplorasi maksimal.