Menjelajah Tempat Wisata di Aceh Selatan yang Penuh Keindahan

Diposting pada

Tempat Wisata di Aceh Selatan – Aceh Selatan atau yang dalam bahasa daerah Aceh disebut Aceh Tunong semula merupakan bagian dari Kabupaten Aceh Barat. Namun setelah keputusan pemekaran daerah pada 2002, maka Aceh Selatan pun dapat berdiri sebagai daerah otonomi dengan pusat pemerintahan di Tapak Tuan. Area tepi jalan raya dan pesisir merupakan daerah pemukiman terpadat.

Walaupun tidak sepopuler Aceh Besar maupun Banda Aceh, tetapi Kabupaten Aceh Selatan merupakan surga pariwisata, khususnya wisata alam. Terlebih mengingat topografi daerah tersebut yang mayoritas memiliki tingkat kelandaian tinggi sehingga banyak spot-spot wisata yang unik. Destinasi wisata dari Aceh Selatan yang paling terkenal akan diulas dalam artikel berikut ini.

Tempat Wisata di Aceh Selatan

Tapak Tuan Tapa


Tempat wisata yang satu ini erat sekali dengan sejarah terbentuknya daerah Tapak Tuan itu sendiri. Konon, dahulu ada seorang pertapa sakti bernama Tuan Tapa yang menyelamatkan seorang anak dari pasangan Naga asal Cina dan mengembalikan kepada orang tuanya. Dongeng tersebut dikisahkan dalam buku karangan Darul Cutni CH berjudul Putri Naga.

Melalui pertarungan sengit Tuan Tapa tersebut, telapak beliau tercetak di bawah bukit di tepi pantai yang kini menjadi situs Tuan Tapa. Telapak kaki yang berdindingkan karang tersebut dipenuhi oleh air yang jernih. Wisatawan cukup membayar tiket Rp. 5.000,- per orang untuk menikmati panorama tersebut. Sayangnya, belum ada fasilitas penunjang tersedia.

Batu Hitam Dan Batu Merah


Masih erat kaitannya dengan dongeng Putri Naga, di KM 3,5 dari Tapak Tuan, terdapat desa bernama Batu Hitam dan Batu Merah, di mana Batu Hitam dipercaya sebagai jantung naga jantan yang dikalahkan Tuan Tapa sedangkan Batu Merah diyakini sebagai arah tercipratnya darah naga. Kedua desa itu kemudian menjadi desa wisata.

Sungai Alas


Sungai ini memiliki arus yang cukup deras sehingga cocok bagi pecinta tantangan, yakni olahraga arung jeram. Bagi yang ingin menjajal arung jeram di sini, akan dikenakan biaya sebesar Rp. 15.000,- per orang dan dalam satu kelompok maksimal 6 orang dewasa. Air di Sungai Alas sangat jernih, disertai panorama cantik sekitar.

Pantai Lhok Nibong


Di Desa Labuhan Tarok, Kecamatan Meukek, terdapat sebuah pantai yang dijuluki Laskar Pelangi dari Aceh. Pantai ini memiliki pemandangan yang sangat eksotis, terutama ketika menjelang matahari terbenam. Untuk menikmati panorama Pantai Lhok Nibong, wisatawan tidak akan dikenakan retribusi apa pun, sayangnya hal tersebut berpengaruh pada fasilitas yang minim.

Pantai Bidari Samadua


Jika ingin menikmati panorama pantai yang cantik sekaligus berkuliner seafood yang lezat, maka Pantai Bidari Samadua merupakan tempat yang tepat. Tidak ditetapkan biaya tiket masuk bagi pengunjung, hanya perlu membayar biaya parkir. Olahan laut dari warung-warung sederhana di tepi pantai ini pun dijual dengan harga yang sangat terjangkau.

Pantai Ujung Nibong


Tidak kalah eksotik dari Pantai Lhok Nibong, pantai yang satu ini juga sangat cantik. Di sepanjang tepian pantai terdapat bebatuan karang yang tinggi di mana dapat digunakan sebagai tempat bersantai untuk wisatawan yang datang. Kawanan burung juga kerap terbang lalu lalang di sepanjang pantai yang dapat didatangi secara gratis ini.

Pantai Lhok Mamplam


Pantai yang satu ini kerap kali dibandingkan dengan Pantai Lampu’uk yang sangat indah di Aceh Besar. Meski dari segi fasilitas yang ditawarkan tidak selengkap pantai tersebut, tetapi Pantai Lhok Mamplam menjadi salah satu kebanggaan pariwisata Aceh Selatan. Pesona utama dari pantai ini adalah panorama ketika menjelang matahari terbenam.

Uniknya, pemandangan tersebut tidak dinikmati dari tepi pantai selayaknya pantai lain, tetapi melalui puncak bukit yang berada dekat dengan bibir pantai. Dengan tiket masuk sebesar Rp. 5.000,- saja per orang, sudah terdapat toilet umum di sana sebagai fasilitas penunjang. Selain itu, terdapat banyak penjaja makanan dan persewaan perahu nelayan.

Air Terjun Tingkat Tujuh


Destinasi wisata selanjutnya dapat ditempuh dalam tempo sepuluh menit saja dari Tapak Tuan, yakni Air Terjun Tingkat Tujuh. Sesuai namanya, air terjun ini memang memiliki tujuh tingkatan di mana semakin bertambah tinggi maka semakin sulit pula mencapainya. Harga tiket masuknya dipatok Rp. 10.000,- per orang dan tersedia toilet untuk umum.

Jambo Hatta


Jambo dalam bahasa Aceh memiliki arti Gubuk, di mana Jambo Hatta berarti Gubuk Hatta. Tempat wisata berbentuk rumah panggung yang satu ini memang erat kaitannya dengan Mantan Wakil Presiden RI ke-1, yakni Muhammad Hatta, yang pernah singgah dan bermalam di sini selama beberapa saat yang disambut hangat oleh masyarakat Aceh.

Gubuk yang berada di puncak bukit dengan akses jalan yang agak sulit ini hampir tidak pernah sepi pengunjung, terutama wisatawan domestik. Dari Jambo Hatta, seluruh daerah Tapak Tuan dapat terlihat jelas. Untuk sekedar menikmati panorama, wisatawan harus membayar tiket masuk sebesar Rp. 5.000,- per orang dan juga biaya parkir.

Pemandian Air Bentiang


Wisatawan dapat berendam air hangat secara gratis di pemandian berkonsep alam ini. Permukaan airnya memang tampak keruh, tetapi aman, bahkan meski terminum, karena hal tersebut diakibatkan oleh endapan kapur dari sumber air yang berasal dari atas bukit. Sayangnya, belum ada fasilitas penunjang dan akses jalannya pun agak sulit.

Pemandian Panjupian


Jika menginginkan pemandian yang lebih modern dengan fasilitas lengkap, maka dapat mengunjungi Pemandian Panjupian yang berjarak 7 kilo dari Tapak Tuan menuju arah Medan. Wisatawan harus membayar biaya tiket sebesar Rp. 10.000,- per orang. Untuk fasilitas yang tersedia sendiri ada pancuran, ruang ganti, toilet, tempat ibadah, serta area permainan anak.

Pemandian Kolam Aroya


Dengan biaya tiket masuk yang lebih terjangkau, yakni hanya Rp. 5.000,- saja per orang, Pemandian Kolam Aroya yang berada di Lhok Bengkoang Barat tidak kalah diminati. Terlebih, fasilitas yang disediakan pun tidak kalah lengkap. Selain itu, temperatur airnya juga relatif hangat dibandingkan Pemandian Panjupian yang dapat mencapai suhu 15 derajat.

Puncak Gemilang


Spot wisata terakhir yang tidak boleh sampai terlewatkan ketika berkunjung ke Aceh Selatan adalah Puncak Gemilang, yaitu sebuah puncak bukit di mana wisatawan dapat menikmati panorama Teluk Lhok Bengkoang sambil menunggu matahari tenggelam. Di sisi lain, terdapat pula pemandangan gedung-gedung perkantoran. Dan, tempat ini dapat dikunjungi secara cuma-cuma oleh wisatawan.

Aceh Selatan, Sebuah Harmoni Moderenisasi Dan Sejarah

Melalui destinasi-destinasi wisata di atas yang terdapat di Aceh Selatan, dapat ditarik kesimpulan bahwa Aceh Selatan merupakan perpaduan surga wisata yang harmonis antara perkembangan zaman dengan sejarah, di mana banyak spot wisata alam yang dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas modern tanpa meninggalkan nilai moral yang diagungkan Bumi Serambi Mekah tersebut.

Meski demikian, pembenahan di beberapa sektor pun masih diperlukan, terutama untuk masalah destinasi wisata daerah yang umum terjadi, yakni sulitnya akses dan kurangnya fasilitas penunjang mulai dari toilet hingga penginapan.