Mengunjungi Tempat Wisata di Boyolali, Daerah Kecil yang Kaya Destinasi Wisata

Diposting pada

Tempat Wisata di Boyolali – Bagi yang kerap melintasi jalur Jawa Tengah, pasti tidak asing lagi dengan Kabupaten Boyolali yang berbatasan dengan daerah-daerah populer lain seperti Solo dan Semarang, sekaligus pula menjadi jalur perlintasan utama. Meski demikian, potensi wisata dari Boyolali tidak dapat diremehkan karena terdapat banyak destinasi yang unik dan menarik untuk dikunjungi.

Boyolali memang kabupaten dengan luas daerah relatif kecil, tetapi untuk sektor pariwisata dapat dianggap sebagai paket lengkap karena memiliki tempat wisata modern, budaya, hingga alam. Bahkan Boyolali sendiri memiliki julukan khusus, yakni Kota Sapi atau New Zealand Van Java karena menjadi salah satu penghasil susu sapi segar terbaik di Indonesia.

Tempat Wisata di Boyolali

Jalur Selo


Jalur Selo diambil dari nama kecamatan itu sendiri yang mana berada di tengah-tengah jalur pendakian dua gunung sekaligus, yakni Gunung Merapi dan Gunung Merbabu. Saat ini, jalur itu juga disebut sebagai New Selo. Banyak pendaki yang beristirahat di sepanjang jalur tersebut, bahkan hingga berkemah dengan dikelilingi panorama hijau di sekitar.

Desa Wisata Tlatar


Kampung wisata ini memiliki dua buah pemandian yang terkenal, yakni Umbul Asem dan Umbul Pengilon, yang selalu ramai pengunjung. Terutama saat momentum Ramadhan, di mana wisatawan lokal datang untuk mandi dengan niat bersuci. Selain itu, di Tlatar terdapat banyak penjual kuliner olahan ikan air tawar seperti lele dan mujaer.

Untuk masuk ke areal pemandian, pengunjung dikenakan tarif sebesar Rp. 5.000,- saja per orang, sementara bagi yang ingin mencicipi kuliner ikan dengan bumbu olahan khas Boyolali cukup merogoh kocek mulai Rp. 10.000,- saja per porsi.

Pemandian Umbul Pengging


Kawasan pemandian Umbul Pengging sangat unik karena terdiri dari beberapa area kolam disertai arsitektur yang kental akan budaya Jawa. Konon dahulu Raja Surakarta memang kerap singgah di Umbul Pengging, yang mana cerita tersebut didukung adanya areal kolam yang tidak dibuka untuk umum. Tarif untuk pengunjung dipatok Rp. 5.000,- per orang.

Kampung Lele


Termasuk surga agrowisata, Boyolali memiliki Desa Tegalrejo yang populer sebagai Kampung Lele. Julukan tersebut terinspirasi dari mata pencaharian sebagian besar warganya yang beternak lele. Wisatawan dapat melihat langsung budidaya lele hingga proses pengolahan menjadi masakan atau produk lain. Untuk masuk Kampung Lele, wisatawan harus membayar tiket Rp. 10.000,- per orang.

Candi Lawang


Dusun Gedangan yang berada di Kecamatan Cepogo turut menyumbangkan destinasi wisata berupa situs candi Hindu yang diperkirakan berasal dari abad ke-9. Hanya terdapat bangunan berornamen tanpa arca maupun relief di situs bersejarah ini. Meski begitu, tempat wisata yang dapat dikunjungi secara gratis tersebut tetap direkomendasikan sebagai bagian wisata cagar budaya.

Agrowisata Sapi Perah Cepogo


Cepogo memang termasuk pemilik spot wisata terbanyak dari Boyolali. Selain Candi Lawang di atas, terdapat pula agrowisata berupa peternakan sapi perah di mana pengunjung dengan membayar tiket Rp. 25.000,- dapat menyaksikan langsung dalam aktivitas pemeliharaan sapi seperti memberi makan dan memandikan, memerah, hingga proses susu sapi murni menjadi siap konsumsi.

Air Terjun Kedung Kayang


Meski statusnya sampai saat ini masih menjadi rebutan antara Boyolali dengan Magelang karena secara administratif memang air terjun ini berada di antara kedua kabupaten tersebut, tetapi Air Terjun Kedung Kayang tidak pernah sepi pengunjung dan menjadi salah satu destinasi wisata terpopuler dari Boyolali. Tiket masuknya hanya Rp. 3.000,- per orang.

Meski murah meriah, tetapi di sini terdapat fasilitas penunjang yang memadai untuk para wisatawan seperti toilet umum, penginapan, camping ground, hingga warung kuliner sederhana. Debit air terjun ini relatif kecil dan kolam alami kecil yang terbentuk di bawahnya juga tenang sehingga aman bagi pengunjung, termasuk anak-anak untuk bermain air.

Waduk Cengklik


Berlokasi di Desa Ngargorejo, Waduk Cengklik merupakan spot fotografi terbaik dari Boyolali. Terutama ketika momentum matahari tenggelam atau sunset. Panorama yang disuguhkan oleh waduk dengan luas mencapai 30 ha ini begitu cantik. Waduk Cengklik sendiri telah ada sejak zaman Belanda dan saat ini dapat dikunjungi sebagai destinasi wisata gratis.

Waduk Kedung Ombo


Secara teritorial, waduk yang amat luas ini berada di tiga kabupaten sekaligus, yakni Boyolali, Sragen, dan Grobogan. Untuk yang berada di Boyolali, termasuk dalam wilayah administratif Desa Wonoharjo. Selain panorama alam yang cantik, terdapat beberapa bangunan berbentuk Joglo khas Jawa disertai fasilitas berupa penginapan, rumah apung, hingga camping ground.

Kampoeng Air Kragilan


Memanfaatkan alam sebagai tempat wisata semi modern, definisi tersebut tepat untuk menggambarkan Kampoeng Air Kragilan. Dengan membayar tiket sebesar Rp. 10.000,- saja per orang, pengunjung sudah dapat mengeksplorasi areal wisata tersebut. Wisatawan dapat berenang dalam air yang jernih atau duduk-duduk di saung menikmati panorama dan sajian live music.

Brown Canyon


Green Canyon from Boyolali, itulah Brown Canyon yang berada di Kragilan, tak jauh dari kawasan wisata Kampoeng Air. Bekas tempat penambangan tersebut baru-baru ini populer di sosial media sebagai destinasi yang instagrammable. Wisatawan dapat berfoto dengan latar menyerupai perbukitan Green Canyon di Amerika yang tidak kalah cantik dan indah.

Alun Alun Boyolali


Baru diresmikan pada 2014 lalu, alun-alun ini merupakan perwujudan toleransi tinggi antar umat beragama di Boyolali, di mana terdapat lima buah tempat ibadah dari masing-masing agama yang diakui di Indonesia. Selain itu, wisatawan juga dapat menjajal mobil onthel atau modifikasi sepeda kayuh berbentuk mobil untuk berkeliling alun-alun yang luas.

Bukit Gancik


Tingginya potensi wisata yang dapat diraup dari kaum milenial kemudian membuat banyak spot di Boyolali yang dikembangkan untuk memenuhi definisi instagrammable. Salah satunya Bukit Gancik yang berada di lereng Gunung Merbabu, kawasan Desa Selo. Dengan tiket masuk Rp. 5.000,- saja, pengunjung dapat berfoto sepuasnya di gardu pandang cantik bukit ini.

Oemah Bamboo Merapi


Masih di Kecamatan Selo, tidak jauh dari Bukit Gancik, terdapat spot wisata berupa gardu pandang dengan panorama pegunungan yang asri. Terdapat beberapa model gardu pandang berbeda yang dapat dipilih oleh wisatawan untuk dijadikan latar berfoto. Seperti Bukit Gancik, wisatawan hanya dikenakan tarif Rp. 5.000,- untuk masuk ke sana.

Arjuna Wijaya


Legenda tentang Arjuna, salah satu dari Pandawa, yang sakit mandraguna dengan senjata panahnya begitu kental di Tanah Jawa, termasuk Boyolali. Tidak mengherankan jika kemudian tokoh ikonik tersebut dibuatkan patung raksasa dilengkapi kereta dengan 13 ekor kuda penarik yang kemudian menjadi pusat simpang lima yang menjadi tempat nongkrong kaum milenial Boyolali.

Kawasan Perlintasan Boyolali Dengan Sejuta Potensi Wisatanya

Boyolali memang kurang dilirik dibanding daerah-daerah lain yang mengelilingnya. Hal tersebut patut disayangkan karena Boyolali memiliki banyak potensi wisata yang tidak kalah unik dan ikonik sebagaimana beberapa destinasi di atas yang baru termasuk dalam sebagian kecil dari kekayaan pariwisata yang dimiliki Boyolali.