Mengeksplorasi Tempat Wisata di Kabupaten Aceh Besar yang Keren Abis

Diposting pada

Kabupaten Aceh Besar memiliki pusat pemerintahan di Jantho, Pegunungan Seulawah. Sejatinya, sebelum tahun 1970-an, Banda Aceh berada di wilayah Kabupaten Aceh Besar, di mana akibat tuntutan perluasan wilayah, maka kini Banda Aceh sebagai ibu kota Aceh pun menjadi kotamadya sendiri. Kabupaten Aceh Besar dapat pula dikatakan sebagai pusat wisata Aceh.

Sebagai kabupaten dengan mobilitas tinggi, destinasi wisata yang ada di Aceh Besar pun lebih beragam dibandingkan dengan kabupaten lain, disertai pula dengan fasilitas umum yang lebih memadai berkat dukungan yang baik dari pemerintah dan warga sekitar. Di bawah ini merupakan berbagai destinasi wisata yang sangat direkomendasikan dari Aceh Besar.

Tempat Wisata di Kabupaten Aceh Besar

Rumah Cut Nyak Dien


Salah seorang pahlawan nasional yang paling terkenal dari Aceh, Cut Nyak Dien, lahir dan tinggal di Kabupaten Aceh Besar. Sebab itu pula, kediaman beliau kini menjadi destinasi wisata sejarah yang tinggi peminat. Meski rumah tersebut telah dipugar, tetapi kini difungsikan sebagai museum dengan tiket masuk Rp. 5.000,- saja per orang.

Teluk Jantang


Bagi yang menyukai tantangan alam, maka wajib untuk menjajal perjalanan ke Teluk Jantang yang juga dikenal sebagai The Hidden Beach atau Pantai Tersembunyi ini. Teluk ini membutuhkan waktu perjalanan selama dua jam dari pusat kota. Rute yang cukup berbahaya di mana sangat menanjak dan relatif licin membuat wisatawan wajib waspada.

Tetapi perjalanan menegangkan tersebut akan terbayar lunas ketika sampai di titik utama, di mana Teluk Jantang diapit oleh kawasan perbukitan tinggi, dengan warna air laut biru terang yang jernih. Wisatawan tidak akan dibebankan biaya masuk maupun retribusi lain saat mengunjungi Teluk Jantang ini. Sayangnya, fasilitas seperti toilet tidak tersedia.

Pantai Lampu’uk


Memiliki riwayat perih sebagai titik terparah ketika bencana Tsunami menghantam Aceh pada 2004 lalu, kini Pantai Lampu’uk telah kembali menjadi destinasi wisata favorit wisatawan. Hanya dengan membayar biaya parkir saja, wisatawan bebas mengeksplorasi Pantai Lampu’uk yang memiliki ombak relatif besar tersebut. Khususnya, bagi para pecinta surfing karena sangat memacu adrenalin.

Tetapi masih ada beberapa titik yang tidak boleh didekati atau menjadi zona merah untuk wisatawan karena arus ombak yang terlalu besar dan dikhawatirkan menjadi titik bencana kembali. Di Pantai Lampu’uk, tersedia tempat ibadah, warung makan, ruang ganti, pancuran, dan toilet sebagai fasilitas yang dapat dimanfaatkan oleh para wisatawan yang datang.

Waduk Keuliling


Destinasi wisata sekaligus lokasi hunting foto wisata alam terfavorit di Aceh Besar. Selain itu, mereka yang memiliki hobi memancing juga kerap menyalurkannya di sini. Waduk yang dikelilingi perbukitan hijau tersebut terasa sangat menyegarkan. Terlebih, areal wisata yang satu ini termasuk ruang hijau publik yang dapat diakses secara gratis.

Pantai Lhok Me


Pantai Lhok Me memiliki pasir yang putih dan butiran halus sehingga tidak menyebabkan iritasi pada kulit. Pantai Lhok Me yang tidak mematok retribusi apa pun pada wisatawan hampir tidak pernah sepi pengunjung. Di bawah pohon rindang yang ada di bibir pantai diletakkan bangku-bangku kayu panjang untuk digunakan para wisatawan bersantai.

Cagar Alam Jantho


Destinasi wisata yang paling tepat untuk didatangi saat siang hari adalah Cagar Alam Jantho, sebagaimana nama kecamatan pusat pemerintahan kabupaten, padahal lokasi sebenarnya berjarak mencapai 9 kilometer. Dengan membayar tiket masuk Rp. 10.000,- per orang, wisatawan dapat menyaksikan koleksi flora dan fauna langka di sana dengan suasana yang sangat sejuk.

Pantai Lhoknga


Hanya membutuhkan perjalanan sekitar 30 menit dari ibu kota, wisatawan dapat menemukan Pantai Lhoknga yang hampir tidak pernah sepi pengunjung. Pemerintah selaku pengelola memang tidak menarik retribusi apa pun sehingga menambah daya pikat pantai tersebut. Wisatawan akan dimanjakan dengan panorama pantai dengan bentangan air laut biru yang indah di sana.

Taman Hutan Raya Pocut Meurah Intan


Meski sebagai negara maritim Aceh yang merupakan bagian dari NKRi dikelilingi oleh perairan, bukan berarti sektor pariwisata di Aceh Besar hanya didominasi olehnya, melainkan juga memiliki destinasi wisata darat yang menarik, salah satunya Taman Hutan Raya Pocut Meurah Intan yang dapat didatangi dengan membayar tiket masuk sebesar Rp. 5.000,- saja..

Taman Meurah Intan merupakan kawasan hutan lindung, sehingga didominasi oleh pepohonan yang rimbun dan sejuk. Di salah satu sudut, wisatawan dapat menemukan rumah pohon yang terbuat dari kayu dan menjadi spot foto terbaik taman tersebut. Untuk fasilitas penunjang lainnya adalah toilet. Di sana juga terdapat pemandian air hangat untuk umum.

Air Terjun Peukan Biluy


Salah satu tempat wisata lain yang sempat hancur akibat Tsunami adalah Air Terjun Peukan Biluy yang memiliki kecantikan khusus. Debit airnya tenang dan bersumber dari air laut sehingga kolam di bawah air terjun memiliki warna biru cerah layaknya air laut. Berlokasi di Kecamatan Darul Kamal, wisatawan dapat mengunjunginya secara gratis.

Air Terjun Suhom


Pusat kegiatan pecinta alam di Aceh Besar berada di Desa Kreung Kala, di mana terdapat Air Terjun Suhom. Tidak hanya menjadi objek wisata, air terjun ini sekaligus berfungsi sebagai alat pembangkit listrik untuk masyarakat sekitar. Wisatawan dapat pula mencicipi durian langsung dari pohon yang bertebaran di sepanjang jalan.

Gunung Seulawah Inong


Spot piknik dan berkemah terbaik dari Aceh Besar ada di Gunung Seulawah Inong. Pepohonan pinus menjadi latar yang cantik untuk menunjang kegiatan tersebut. Direncanakan akan menjadi titik konservasi alam, tempat ini masih bebas dikunjungi tanpa wisatawan harus mengeluarkan biaya sepeserpun. Namun untuk fasilitas pendukung bagi wisatawan sendiri belum tersedia.

Benteng Inong Balee / Benteng Malahayati


Merupakan situs bersejarah di mana sebagai saksi bisu perjuangan sengit rakyat Aceh melawan penjajah, Benteng Inong Balee atau juga disebut Benteng Malahayati merupakan destinasi yang tidak boleh terlewatkan, meski sayang sekali akses jalannya begitu sulit. Di sini, wisatawan dapat menyaksikan panorama laut yang indah dari ketinggian secara cuma-cuma.

Lhok Seudu


Untuk tempat wisata yang satu ini dikelola oleh swasta, tepatnya Kantin Ujong Glee, yang juga membangun akses gardu pandang berupa jembatan di pinggiran laut. Wisatawan diwajibkan membayar bea jasa parkir dan membeli makanan serta minuman di kantin untuk dapat menikmati panorama dari gardu pandang tersebut serta fasilitas penunjang lainnya.

Pemandian Air Panas Le Su’um


Bila ingin merilekskan tubuh dan pikiran, dapat mencoba berendam di Pemandian Le Su’um yang memiliki tiga kolam terpisah untuk anak-anak, wanita, dan pria. Dengan tiket masuk yang dipatok hanya Rp. 3.000,- saja per orang, pemandian ini dilengkapi dengan fasilitas toilet serta tempat ibadah. Selain itu, masyarakat sekitar turut berjualan makanan.

Di sini juga terdapat sebuah panti pijat dengan memanfaatkan uap air panas. Sejatinya, Le Su’um sendiri merupakan bahasa daerah Aceh yang berarti air panas, sehingga tidak mengherankan sarana hiburan di tempat ini begitu memanfaatkan air panas yang ada.