Menelusuri Potensi Tempat Wisata di Demak Dari Segala Penjuru

Diposting pada

Tempat Wisata di Demak – Demak lekat sebagai wilayah yang kental akan nuansa religiusnya, terutama Islam, mengingat nama kabupaten itu sendiri berasal dari Bahasa Arab “Dhima” yang memiliki arti “Rawa”. Penamaan tersebut bersumber dari tekstur tanah Kabupaten Demak yang dahulu memang berupa rawa sehingga jalanan harus dibangun menggunakan beton agar sesuai dengan kontur dan stabil.

Meski demikian, hal tersebut tidak lantas mengurangi potensi Demak dari sektor pariwisata. Demak memiliki banyak sekali destinasi populer, termasuk wisata religi hingga kuliner. Berikut ini adalah beberapa referensi tempat wisata yang tidak boleh terlewatkan ketika bertandang atau saat singgah di kabupaten yang berada tidak jauh dari Semarang tersebut.

Tempat Wisata di Demak

Makam Sunan Kalijaga


Sebagaimana sedikit disinggung di atas, Demak memiliki keterkaitan kuat dengan Islam. Hal tersebut tidak terlepas dari keberadaan salah satu anggota Wali Songo penyebar Islam di Tanah Jawa yang disegani, di Demak. Sosok tersebut adalah Sunan Kalijaga yang dimakamkan di Desa Kalidangu, yang kemudian menjadi destinasi wisata religi di Demak.

Masjid Agung Demak


Masjid ini termasuk masjid tertua di Indonesia dan masih terawat dengan baik hingga saat ini. Masjid Agung Demak erat pula kaitannya dengan Sunan Kalijaga, sebab beliau bersama dengan beberapa anggota Wali Songo yang lain berperan besar dalam pembangunan Masjid Agung Demak. Letaknya juga tidak jauh dari makam Sunan Kalijaga.

Makam Raden Patah


Raden Patah merupakan Raja pertama dari Kerajaan Demak yang sempat berjaya dan membawahi berbagai wilayah, bahkan mengungguli Majapahit. Raden Patah sendiri merupakan putra dari Raja Majapahit kala itu dari selir berdarah Tionghoa. Saat beranjak dewasa, Raden Patah kemudian mengenal dan memeluk agama Islam, lalu dikebumikan di Bintoro, Demak, setelah meninggal.

Sentra Batik Demak


Hampir enam tahun terakhir, Demak juga mengembangkan motif batik daerah sendiri untuk menambah kekayaan budaya asli Demak. Wisatawan dapat mengunjungi kawasan Sentra Batik Demak tidak jauh dari lokasi Masjid Agung. Di sini, pengunjung dapat melihat langsung proses pembuatan batik khas Demak secara gratis, sekaligus dapat membelinya sebagai cindera mata.

Sentra Kerajinan Rebana


Berbeda dengan batik khas Demak yang masih seumur jagung, rebana produksi Demak telah puluhan tahun dikenal akan kualitasnya di seantero negeri. Demak memiliki sentra pembuatan rebana di pusat kota. Kulit sapi dan kerbau dipilih sebagai bahan baku karena memiliki ketahanan yang bagus, antara lima hingga lebih dari satu dekade.

Sentra Kerajinan Kaligrafi


Masih erat kaitannya dengan Islam dan tidak jauh pula dari Masjid Agung Demak serta makam Sunan Kalijaga, terdapat sentra kesenian lain di Demak, yaitu Sentra Kerajinan Kaligrafi. Pengunjung dapat menyaksikan proses pembuatan aneka kaligrafi yang telah mencapai pasar ekspor mancanegara. Selain itu, wisatawan juga dapat membeli kerajinan kaligrafi yang diinginkan.

Pantai Dan Hutan Mangrove Morosari Sayung


Kawasan wisata ini berada tidak jauh dari perbatasan Demak dan Semarang. Tetapi, popularitas dari pantai yang berdampingan dengan hutan mangrove dan berada di Sayung ini masih kurang sehingga relatif sepi pengunjung. Padahal, panorama matahari tenggelam dari tepi pantai begitu cantik. Dan seminggu setelah Idul Fitri juga selalu digelar upacara larung laut.

Sedangkan untuk kawasan hutan mangrovenya sangat teduh dan tenang, cocok untuk dijadikan tempat menenangkan pikiran. Tetapi kaum milenial tidak begitu tertarik datang akibat peraturan yang relatif ketat karena adanya makam seorang tokoh Islam. Untuk masuk ke areal pantai gratis, sedangkan di kawasan hutan mangrove dikenakan biaya Rp. 5.000,- per orang.

Agrowisata Belimbing


Belimbing asal Demak dikenal memiliki daging yang tebal, manis, dan segar. Tidak heran sebab di Demak memang terdapat banyak perkebunan belimbing yang kemudian dikembangkan menjadi lokasi agrowisata di mana pengunjung diajak berpartisipasi menanam bibit, perawatan, hingga memetik langsung untuk kemudian dijadikan oleh-oleh. Paket agrowisata belimbing dibanderol Rp. 35.000,- per orang.

Agrowisata Jambu Merah Delima Atau Jambu Air


Selain Belimbing, Demak juga menghasilkan buah jambu air yang ranum dan manis. Mengikuti jejak keberadaan agrowisata belimbing, kemudian bermunculan pula agrowisata jambu air yang semakin memperkaya khasanah pariwisata dari Demak. Untuk layanan yang ditawarkan sama dengan agrowisata belimbing mengingat tarif kedua paket wisata edukatif tersebut tidak terpaut jauh.

Desa Wisata Tlogoweru


Jika ingin melihat burung hantu terbang bebas di pemukiman penduduk, maka Desa Wisata Tlogoweru merupakan jawabannya. Sejatinya, burung-burung hantu dengan jumlah populasi lebih dari 200 ekor ini diternak untuk mengusir hama tikus yang merusak sawah para petani desa serta menggagalkan panen. Namun kini menjadi daya tarik wisata tersendiri di Tlogoweru.

Wisatawan dapat mengeksplorasi kampung secara gratis. Di sana juga terdapat banyak warung yang serta adanya toilet umum sebagai fasilitas penunjang.

Bekas Stasiun Demak


Bangunan lawas yang dahulu berfungsi sebagai stasiun hingga tahun 1990-an ini menjadi surga fotografi tersendiri berkat gaya arsitektur ala Eropa yang khas. Stasiun ini juga sedang dalam tahap peninjauan ulang kelayakan untuk direaktivasi. Wisatawan dapat mengunjungi areal ini secara gratis, tetapi karena terbengkalai, saat senja suasana sekitar menjadi mencekam.

Taman Ria Demak


Meski tidak selengkap fasilitas taman ria kota-kota metropolitan, tetapi Taman Ria Demak juga cukup asyik untuk dikunjungi. Terutama sebagai destinasi bersama keluarga. Terdapat banyak wahana seperti kolam renang hingga bom-bom car untuk dijajal. Fasilitas pendukung seperti toilet dan tempat ibadah juga tersedia. Untuk tiket terusan dibanderol Rp. 35.000,- per orang.

Berwisata Kuliner Di Demak

Selain beragam destinasi wisata di atas, Demak juga menjadi salah satu daerah yang kaya akan ragam kuliner unik. Sehingga, setelah puas menjelajah semua tempat wisata yang berada di Demak, wajib untuk melanjutkan dengan berwisata kuliner mencicipi makanan-makanan khas daerah dengan julukan “Bumi Para Wali” tersebut di tempat-tempat berikut :

1. Sop Balungan Babe


Berada di jalan raya Demak dan Kudus, rumah makan ini cukup mudah ditemukan, terutama oleh para pelancong. Di warung ini, disediakan menu sop balungan, yakni sop dengan isian wortel, kentang, kacang merah, kol, dan tentu tulang dengan daging yang masih melekat. Kuliner ini dibanderol seharga Rp. 30.000,- per porsi.

2. Rica Rica Entog Ngatinah


Penikmat kuliner pedas wajib mencicipi olahan rica-rica entog atau itik muscovy ala Bu Ngatinah yang berada di Desa Ngelauran ini. Di warung sederhana yang telah berdiri selama 30 tahun tersebut, pengunjung dapat merasakan lezatnya daging entog berbumbu kuah pedas yang meresap hingga tulang cukup dengan Rp. 15.000,- saja per porsinya.

3. Asem Asem Daging Sapi Rumah Makan Rahayu


Menu yang satu ini cocok disantap dalam cuaca apa pun karena meski disajikan hangat, tetapi rasanya yang asam berpadu dengan manis dan gurih yang pas sangat menyegarkan. Meski banyak yang menawarkan menu serupa, tetapi olahan asem asem daging sapi dari RM Rahayu yang dibanderol Rp. 15.000,- tetap yang paling nikmat.