Beragam Tempat Wisata di Kota Bitung Terbaik & Kuliner Khas Nusantara

Diposting pada

Sulawesi Utara memang terkenal akan wisata baharinya yang mempesona setiap wisatawan. Tidak hanya pantai-pantai berpasir putih yang indah, banyak spot penyelaman dengan pemandangan bawah laut luar biasa. Anda pastinya perlu menjelajahi tempat wisata di Kota Bitung untuk melihat panorama alam ataupun menjajal kuliner nusantara khas daerah setempat.

Kota Bitung memiliki destinasi andalan untuk kegiatan diving yaitu Selat lembeh. Banyak titik penyelaman yang dapat dicoba dengan menempuh perjalanan cukup panjang dari Kota Manado. Adapun wilayah yang dapat dikunjungi untuk mencicipi olahan beragam ikan khas Bitung. Informasi lengkap tentang wisata Selat lembeh, kuliner, dan bahari akan diulas di bawah.

1. Selat Lembeh, 95 spot diving


Transportasi menuju Selat Lembeh dari Kota Manado bisa anda mulai dengan menempuh perjalanan menuju Bitung. Waktu rata-rata yang dibutuhkan sekitar 90 menit. Pengunjung dari luar pulau atau kota bisa memanfaatkan angkutan Damri yang tersedia di Bandara Sam Ratulangi. Kemudian, wisatawan akan menuju tempat wisata menggunakan perahu motor.

Penginapan yang ada di Selat lembeh didominasi oleh resort Pulau lembeh. Alternatif lainnya adalah dengan menginap di Kota Bitung untuk hotel. Sementara homestay banyak tersedia di Desa Pintu Kota. Ketika sampai di objek wisata, anda bisa langsung menjajaki keindahan lautnya dari titik-titik terbaik penyelaman. Ada total 95 spot penyelaman.

Wisatawan mancanegara khususnya Eropa, biasanya mengamati aktivitas migrasi burung dari Australia ketika musim dingin menuju Bitung. Sementara satwa laut yang populer menyapa penyelam adalah ikan Mimic Octopus.

2. Mengenal satwa di Taman Nasional Tangkoko


Tempat wisata di Kota Bitung yang menjadi andalan selanjutnya yaitu rumah para satwa langka. Taman Nasional Tangkoko biasanya dipadati pengunjung yang membawa serta keluarga. Banyak LSM, pecinta alam, turis asing, ataupun kelompok peneliti yang datang. Mereka biasanya melihat & meneliti hewan langka dan terancam punah penghuni Taman Nasional tangkoko.

Satwa langka yang akan menyapa pengunjung yaitu Tarsius spectrum (Tarsius) & Macaca Nigra (Yaki). Jika dibandingkan dengan primata-primata yang tersebar di berbagai wilayah, Tarsius ini merupakan jenis primata terkecil dengan ukuran 10 s/d 15 cm dan beratnya hanya 80 gram. Komplek taman masih asri tanpa polusi udara.

Biaya tiket masuk area Taman Nasional Tangkoko sekitar 70 ribu rupiah, kenaikan menyesuaikan kebijakan pengelola. Sementara wisatawan mancanegara akan dikenakan besaran harga yang berbeda. Akses menuju lokasi wisata bisa ditempuh dengan menyewa kendaraan atau bus dari pusat Kota Manado. Jarang transportasi publik yang melintas karena jarak kedua kota terbilang jauh.

3. Wisata keluarga Taman Marga Satwa Tandurusa


Taman Marga Satwa Tandurusa memiliki area yang terbatas sehingga sering disebut kebun binatang mini di Bitung. Beberapa hewan langka yang dirawat di tempat ini meliputi babirusa, kera hitam, tarsius, kuskus beruang, rangkong Sulawesi, kakaktua hitam, phyton raksasa, elang laut, dan masih banyak lainnya.

Perbedaan antara Taman Tandurusa dan Tangkoko salah satunya ada kandang tarsius kecil yang lucu. Ketika mengunjungi Taman Tangkoko, anda akan melihat tarsius berkeliaran bebas di alam. Sementara Taman Marga Satwa Tandurusa menyediakan kandang besar yang disesuaikan dengan habitat tarsius. Pengunjung dapat melihat lebih dekat dan mengambil foto dari tingkah lucunya.

Untuk menyapa semua satwa yang ada di kebun binatang kecil ini, wisatawan cukup membayar tiket masuk sebesar 8.000 rupiah per orang. Rute perjalanan menuju objek wisata tidaklah sulit. Pengunjung bisa memulai perjalanan dari Jalan Manado – Bitung.

Apabila kendaraan sudah sampai bagian tenggara/selatan Kota Bitung maka jarak menuju tempat wisata di Kota Bitung ini hanya 10 km saja. Disarankan untuk melalui jalan utama kota, kemudian menuju ke pelabuhan Bitung yang jaraknya sekitar 2 km dari lokasi.

4. Menengok keunikan Pantai Batu Angus


Jika umumnya pantai mempunyai butir pasir lembut, berbeda dengan Pantai Batu Angus yang memiliki keunikan bebatuan di sekitarnya. Pecahan batu yang ada di bawah kaki Gunung Batu Angus dengan beragam ukuran secara alami tertata mengelilingi air yang jernih. Nama Batu Angus sendiri mewakili batu-batu hitam legam tersebut.

Lokasi objek wisata Batu Angus ada di Kelurahan Kasawari, salah satu cagara alam Duasaudara yang ada di Kota Bitung. Keberadaan cagar alam sebenarnya sudah sejak tahun 1981, tetapi baru diresmikan belakangan ini. para traveller yang datang bisa menjajal air pantainya yang sangat jernih dan melihat langsung bebatuan di dalamnya.

5. Pantai Serena bertebing indah


Foto-foto yang beredar di media sosial tentang keindahan Pantai Serena, ternyata bukan isapan jempol belaka. Pasalnya tebing-tebing cantik yang menjadi background foto benar adanya. Air laut yang jernih dan menyegarkan bisa melepas penat. Aktivitas yang biasanya dilakukan para wisatawan yang datang adalah berfoto, berenang, atau merendam kaki sambil menikmati keindahannya.

6. Kuliner lezat khas daerah di Pasar Girian


Setelah puas berjalan-jalan ke berbagai tempat wisata di Kota Bitung, anda perlu melengkapinya dengan menyantap aneka masakan khas daerah tersebut. Kawasan wisata untuk berburu kuliner di Kota Bitung sudah cukup banyak, salah satunya yaitu Pasar Girian. Tempatnya ada di Kelurahan Girian. Berbagai olahan lezat bisa anda nikmati bersama keluarga.

Adapun buah tangan yang dapat dibawa pulang ke kampung halaman dari Girian adalah ikan-ikan khas daerah setempat. Seiring berjalannya waktu, penjual tidak lagi menawarkan ikan mentah tetapi masakan siap santap yang dikemas rapi di dalam kaleng. Harga per kalengnya berbeda-beda dimulai dari 7.000 ribuan saja.

Kelurahan Girian juga terkenal penghasil oleh-oleh ikan cakalang fufu. Cara pengolahan yang dilakukan yaitu digepe. Pertama-tama ikan dibersihkan, kemudian dibelah menjadi dua bagian sehingga bisa ditusuk. Racikan bumbu-bumbunya diletakkan pada bagian tengah.

7. Pasar Tua Bitung


Menu khas yang sering diburu wisatawan saat berkunjung ke Pasar Tua Bitung adalah masakan berbahan dasar ikan. Karena Kota Bitung memiliki potensi laut yang luar biasa sehingga tidak heran jika sebagian besar olahan khasnya memanfaatkan ikan. Daerah yang berada di pusat Bitung Tengah ini dikembangkan menjadi area wisata kuliner.

Anda bisa mencicipi olahan ikan kerapu (ikan woku belanga) dan aneka jajanan kaki lima dari gerobak-gerobak penjual yang ada. Pengunjung dipersilahkan memilih sendiri ikan segar yang berjejer untuk dimasak & disantap.

Meskipun waktu berkunjung ke Sulawesi Utara terbatas, anda tetap dapat menikmati beragam jenis wisata di Kota Bitung mulai dari wisata edukasi, alam, dan kuliner. Karena belum banyak transportasi publik yang dapat digunakan menuju beberapa tempat wisata tersebut, wisatawan sebaiknya menggunakan bus atau kendaraan pribadi.

Pertimbangkan jarak antara tempat wisata di Kota Bitung satu dengan lainnya untuk mengatur waktu kunjungan agar lebih efesien. Pastikan rencana liburan sudah matang dan lengkap mencakup transportasi, penginapan, objek wisata tujuan, dan budget.